Sebagai manusia, kita tidak pernah bisa lepas dari ujian kehidupan. Salah satu ujian terbesar yang selalu mengintai setiap langkah kita adalah gangguan setan. Yang menarik, kita tidak perlu memanggil atau meminta setan untuk datang, mereka akan tetap berusaha mengganggu kita. Inilah sunnatullah yang sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup manusia. Namun, penting bagi kita untuk memahami mengapa setan mengganggu kita, agar kita dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi diri.
Gangguan setan bukanlah sesuatu yang terjadi tanpa sebab. Dalam Al-Qur’an, Allah sudah menjelaskan beberapa penyebab utama mengapa setan dapat memengaruhi dan menyesatkan manusia. Berikut adalah tiga penyebab utama yang perlu kita pahami:
1. Semua Terjadi Atas Izin Allah – QS. Al-Baqarah (2): 102
Pertama, kita harus menyadari bahwa tidak ada satu pun peristiwa di dunia ini yang terjadi tanpa izin Allah. Termasuk gangguan setan. Dalam surat Al-Baqarah ayat 102, Allah menceritakan bagaimana setan mengajarkan sihir kepada manusia.
Namun, semua itu terjadi dengan izin Allah, sebagai ujian bagi manusia untuk melihat siapa yang tetap berpegang pada kebenaran dan siapa yang tergelincir dalam kesesatan.
Ini menjadi pengingat penting bahwa gangguan setan bukan sekadar ancaman, tetapi juga ujian keimanan.
2. Menjadikan Setan Sebagai Pemimpin – QS. An-Nahl (16): 99-100
Penyebab kedua adalah karena sebagian manusia menjadikan setan sebagai pemimpin dan penolong mereka. Dalam Surat An-Nahl ayat 99-100, Allah menegaskan bahwa setan hanya berkuasa atas orang-orang yang menjadikannya pemimpin dan yang mempersekutukannya dengan Allah. Artinya, ketika manusia secara sadar atau tidak sadar mengikuti bisikan setan, meninggalkan perintah Allah, dan mendahulukan hawa nafsu, maka ia memberi jalan bagi setan untuk berkuasa atas dirinya.
3. Dusta dan Berbuat Dosa – QS. Asy-Syu’ara (26): 221-222
Penyebab ketiga adalah sifat-sifat buruk yang ada dalam diri manusia, seperti berdusta, berbuat dosa, dan gemar melanggar perintah Allah. Dalam surat Asy-Syu’ara ayat 221-222, Allah menjelaskan bahwa setan lebih dekat kepada mereka yang suka berdusta dan gemar berbuat dosa. Dosa-dosa itu ibarat pintu yang kita buka lebar-lebar, sehingga setan dengan mudah masuk dan menguasai hati kita.
Kesimpulan dan Pesan Penting
Gangguan setan adalah kenyataan yang tidak bisa dihindari sepenuhnya. Tetapi kita bisa meminimalisir dan melindungi diri dengan memahami penyebabnya. Semua yang terjadi adalah dengan izin Allah, dan ujian ini hadir agar kita semakin mendekat kepada-Nya. Dengan tidak menjadikan setan sebagai pemimpin, serta menjauhi dusta dan dosa, kita sedang menutup celah-celah yang menjadi pintu masuk godaan setan.
Semoga kita semua bisa senantiasa berlindung kepada Allah, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan menjaga diri dari dosa-dosa yang membuka jalan bagi setan. Dengan demikian, kita bisa menghindari gangguan mereka dan tetap berada di jalan yang diridhai Allah.
Allahu a’lam.
