*) Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
Baik sangka terhadap pencapaian orang lain itu akan memudahkan pencapaian kita. Kalau buruk sangka?
Yah sebaliknya, menyulitkan pencapaian kita.
Sayangnya, si picik sering berprasangka buruk saat melihat postingan orang lain. Foto jalan-jalan, foto rumah, foto mobil dll, dia anggap itu semua pamer.
Padahal ini soal niat. Kita tidak bisa menakar niat seseorang. Lebih baik terinspirasi dan termotivasi, terus berusaha dan berdoa agar dimampukan hal serupa.
“Lapang hati, lapang rezeki,” itu sebaiknya yang kita tanamkan.
Soal prasangka, perlu contoh?
Orang lain posting soal mobilnya yang baru. Buat apa kita berprasangka buruk? Lebih baik kita terinspirasi agar dapat mobil serupa. Ini jadi doa, ini jadi sugesti.
Orang lain posting soal omsetnya yang besar. Buat apa kita berprasangka buruk? Lebih baik kita terinspirasi agar dapat omset serupa. Ini jadi doa, ini jadi sugesti.
Apa yang terjadi saat kita iri dan dengki? Akan tertutup berbagai potensi rezeki. Rugi! Benar-benar rugi!
Kalaupun dia pamer, itu urusan dia dengan Allah.
Sekali lagi, itu urusan dia dengan Allah.
Kita? Hendaknya tetap terinspirasi dan termotivasi.
Jangan pernah sekalipun iri dan dengki.
Beda dengan mereka yang berhati sempit. Mereka biasanya mudah iri dan dengki. Bahkan merasa dirinya dipermalukan dan sakit hati. Padahal itu hanya persepsinya sendiri.
Hati-hati. Iri dan dengki hanya akan menutupi rezeki. Rugi! Benar-benar rugi!
Kalau lapang hati? Lapang pula rezeki.
Semoga kita menjadi lebih baik dan bermanfaat.
Untuk mendapatkan update cepat silakan berlangganan di Google News