Lazismu Wilayah Jawa Timur berkolaborasi dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Pelatihan Pertama UMKM Berkah, Selasa (27/10/2026). Program ini menyasar pelaku usaha binaan Lazismu untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mendorong transformasi mustahik menjadi muzakki.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat DRPM Umsida, Jalan Mojopahit Nomor 666-B, Sidoarjo, tersebut menghadirkan 15 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui pelatihan dan pendampingan, Lazismu berupaya meningkatkan kapasitas usaha peserta agar mampu berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan mereka.

Ketua Lazismu Wilayah Jawa Timur, Prof. Dr. Sigit Hermawan, menjelaskan bahwa pemberdayaan UMKM menjadi salah satu program utama dalam penyaluran dana zakat. Program ini tidak hanya membantu pelaku usaha memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga mendorong mereka mencapai kemandirian finansial.
“Harapannya, dari sebelumnya UMKM ini berstatus mustahik atau penerima zakat, dapat meningkat menjadi muzakki atau pembayar zakat,” ujar Prof. Sigit.
Menurutnya, pemberdayaan UMKM memiliki peran penting dalam pengelolaan dana zakat. Karena itu, Lazismu terus mengembangkan program yang mendorong penerima manfaat agar mampu memperkuat usaha dan meningkatkan taraf hidupnya.
Pendampingan UMKM Berkelanjutan
Program UMKM Berkah tidak berhenti pada pelatihan perdana. Lazismu Jatim merancang pendampingan secara berkelanjutan agar peserta dapat meningkatkan omzet, mengembangkan usaha, dan memperkuat kesejahteraan keluarga.
Selama ini, Lazismu juga membuka akses pasar bagi UMKM binaan dengan melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan lembaga. Para pelaku usaha mendapat kesempatan menyediakan makanan ringan, minuman, dan konsumsi untuk berbagai acara Lazismu.
Pola kolaborasi tersebut memberikan ruang bagi UMKM untuk memperluas pemasaran sekaligus membangun jejaring usaha. Dengan demikian, pendampingan tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang transaksi dan pertumbuhan usaha.
Tanamkan Nilai Islam dalam Pengelolaan Usaha
Selain membahas penguatan bisnis, pelatihan ini membekali peserta dengan materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Afifun Nidlom, M.Pd., M.H., menyampaikan materi tentang penerapan nilai-nilai Islam dalam pengelolaan usaha melalui tiga prinsip utama, yaitu amanah, profesionalitas (ihsan), dan keberlanjutan.
Prinsip amanah mengarahkan pelaku usaha untuk menjalankan transaksi secara jujur dan transparan serta menghindari segala bentuk kecurangan. Dalam praktiknya, pelaku UMKM perlu menjaga kepercayaan pelanggan, memenuhi kesepakatan, dan menjalankan akad sesuai ketentuan.
Sementara itu, prinsip profesionalitas atau ihsan mendorong pelaku usaha untuk menjaga kualitas produk, menghadirkan inovasi, serta membangun etos kerja yang disiplin dan mandiri. Nilai ini menuntut pengusaha Muslim untuk terus memperbaiki mutu produk dan pelayanan agar mampu bersaing.
Adapun prinsip keberlanjutan menekankan pentingnya membangun kemandirian ekonomi umat. Pelaku usaha diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pribadi, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan prinsip “al-yadul ‘ulya”, yakni tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Dalam konteks pemberdayaan UMKM, prinsip ini mendorong penerima manfaat untuk bertumbuh hingga mampu membantu sesama melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).
Bangun Kemandirian Ekonomi Umat
Kolaborasi Lazismu Jatim dan DRPM Umsida melalui UMKM Berkah mempertemukan potensi lembaga filantropi Islam dengan dukungan akademisi. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelaku usaha, memperluas akses pasar, dan membangun tata kelola bisnis yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Melalui pendampingan yang berkesinambungan, program ini menargetkan lahirnya pengusaha Muslim yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing. Lebih dari itu, keberhasilan pemberdayaan diharapkan tercermin ketika pelaku UMKM tidak lagi bergantung pada bantuan, tetapi mampu mengembangkan usaha dan berkontribusi bagi kesejahteraan umat. (Ratri || Lazismu)
