Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) melalui program SUMU Catalyst menyelenggarakan webinar bertajuk “Rahasia Membangun Bisnis di Ekosistem Logam Mulia” pada Jumat (25/9/2026).
Webinar menghadirkan Direktur Utama PT Putra Surya Yogyakarta Achmad Zani ini membahas berbagai peluang pengembangan usaha di sektor emas dan perak, mulai dari perdagangan hingga manufaktur dan pengembangan merek sendiri.
Kegiatan ini menjadi ruang berbagi wawasan bagi para pengusaha Muhammadiyah untuk mengenal lebih jauh potensi bisnis logam mulia serta model usaha yang dapat dikembangkan sesuai kapasitas dan kebutuhan pasar.
Dalam pemaparannya, Achmad Zani mengulas lima peluang bisnis yang ditawarkan melalui ekosistem EmasMu dan SilverMu, yakni menjadi dealer resmi, mengembangkan strategi rebranding produk cukim emas dan perak, memanfaatkan layanan maklon, mendapatkan pendampingan pendirian perusahaan logam mulia, serta mengikuti program investasi jual beli logam mulia berbagai merek.
“Bisnis logam mulia tidak hanya soal membeli dan menjual emas atau perak. Ada banyak model bisnis yang bisa dikembangkan, mulai dari menjadi dealer, membangun merek sendiri, menggunakan jasa maklon, sampai membangun perusahaan logam mulia,” ujar Achmad Zani.
Kelima peluang tersebut memperlihatkan beragam model keterlibatan dalam industri logam mulia. Tidak hanya melalui perdagangan produk jadi, pelaku usaha juga dapat menjajaki pengembangan produk dengan merek sendiri tanpa harus membangun fasilitas manufaktur secara mandiri.
“Masing-masing model memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, pengusaha dapat memilih pintu masuk yang paling sesuai dengan kapasitas modal, jaringan, dan target pasar yang ingin dibangun,” kata Zani.
Membuka Peluang Usaha dari Distribusi hingga Produksi
Salah satu peluang yang dibahas adalah menjadi dealer resmi EmasMu dan SilverMu. Melalui skema ini, mitra usaha berkesempatan memperoleh margin penjualan yang kompetitif, harga khusus dealer, dukungan pemasaran, materi promosi, serta pelatihan untuk mendukung aktivitas penjualan.
“Menjadi dealer bisa menjadi langkah awal bagi pengusaha yang ingin masuk ke bisnis logam mulia. Setelah memahami pasar dan membangun jaringan pelanggan, peluang untuk mengembangkan bisnis ke tahap berikutnya juga semakin terbuka,” ujar Zani.
Selain distribusi, webinar juga membahas strategi rebranding produk cukim emas dan perak. Melalui pendekatan ini, pelaku usaha dapat mengembangkan produk dengan identitas merek sendiri, menyesuaikan desain dan kemasan dengan segmen pasar, serta membangun nilai tambah produk.
“Brand sendiri memberikan ruang bagi pengusaha untuk membangun identitas produk sesuai karakter pasar yang dituju. Jadi, yang dijual bukan hanya logam mulianya, tetapi juga desain, kemasan, identitas, dan pengalaman yang melekat pada merek tersebut,” jelasnya.
Peluang lainnya adalah layanan maklon logam mulia yang memungkinkan pengusaha mengembangkan produk berlabel sendiri tanpa perlu berinvestasi langsung dalam pembangunan fasilitas produksi. Layanan ini mencakup konsultasi produk, desain eksklusif, produksi, sertifikasi, kemasan premium, hingga pendampingan peluncuran produk.
“Dengan model maklon, pengusaha tidak harus langsung membangun pabrik atau fasilitas produksi sendiri. Fokusnya bisa diarahkan terlebih dahulu pada pengembangan produk, merek, pemasaran, dan bagaimana produk tersebut diterima oleh pasar,” kata Zani.
Adapun bagi pengusaha yang ingin mengembangkan bisnis lebih jauh, PT Putra Surya Yogyakarta juga menawarkan program pendampingan pendirian perusahaan logam mulia. Program tersebut mencakup perencanaan bisnis, pengembangan merek, desain fasilitas produksi, penyediaan peralatan, pelatihan sumber daya manusia, hingga pendampingan operasional.
“Ketika pengusaha ingin naik kelas dari sekadar perdagangan menuju produksi, tentu ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Karena itu, pendampingan dibutuhkan agar prosesnya lebih terarah, mulai dari perencanaan sampai operasional,” ungkap Zani.
Sementara itu, program investasi jual beli logam mulia berbagai merek turut diperkenalkan sebagai salah satu alternatif keterlibatan dalam perdagangan logam mulia.
SUMU Catalyst sebagai Ruang Kolaborasi dan Pengembangan Usaha
Webinar ini merupakan bagian dari upaya SUMU dalam menghadirkan ruang pembelajaran dan memperluas akses informasi bisnis bagi pengusaha Muhammadiyah. Melalui SUMU Catalyst, para pelaku usaha diperkenalkan pada berbagai peluang kerja sama, model bisnis, serta layanan yang dapat mendukung pengembangan usaha.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempertemukan kebutuhan pengusaha dengan penyedia solusi bisnis, sehingga peluang kolaborasi dapat dijajaki secara konkret.
Ke depan, SUMU Catalyst diharapkan terus menjadi wadah yang mempertemukan pengusaha Muhammadiyah dengan mitra bisnis dan penyedia layanan yang relevan, sekaligus mendorong terbentuknya kolaborasi yang dapat memperluas jaringan dan kapasitas usaha anggota SUMU. (soleh)
