Luangkan waktu untuk ibadah memiliki arti pentingnya memprioritaskan waktu untuk beribadah dan tidak menjadikannya sebagai kegiatan sisa atau pilihan. Mendahulukan ibadah berarti menyisihkan waktu khusus untuk berkomunikasi dengan Tuhan di tengah kesibukan sehari-hari.
Rasulullah SAW bersabda
قال رسول الله صل الله عليه وسلم فيما يرويه عن ربه عز وجل:
«يَا ابْنَ آدَمَ، تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِلَّا تَفْعَلْ مَلَأْتُ يَدَيْكَ شُغْلًا، وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ».
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, menyampaikan firman Allah ‘Azza wa Jalla:
“Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan memenuhi dadamu dengan kekayaan (kelapangan hati) dan Aku akan menutup kefakiranmu. Tetapi jika kamu tidak melakukannya, niscaya Aku akan memenuhi tanganmu dengan kesibukan (urusan dunia) dan Aku tidak akan menutup kefakiranmu.” (HR. Ahmad)
Prioritaskan ibadah di atas urusan dunia.
Allah memerintahkan agar kita menyisihkan waktu khusus untuk beribadah dan mendekat kepada-Nya. Dunia hanyalah sarana, sedangkan ibadah adalah tujuan hidup manusia.
Ibadah mendatangkan kecukupan dan ketenangan hati.
Orang yang dekat dengan Allah akan merasakan kekayaan hati, meskipun mungkin sederhana secara materi.
Menjauh dari ibadah menyebabkan hidup sibuk tanpa berkah.
Banyak orang yang sibuk mengejar dunia, namun tetap merasa lelah, sempit, dan tidak tenang.
Rezeki dan ketenangan sejati berasal dari Allah.
Hadis ini menunjukkan bahwa usaha duniawi saja tidak cukup, jika tidak disertai ketaatan dan tawakal kepada Allah. Ketenangan, keberkahan, dan kecukupan sejati hanya diberikan kepada hamba yang dekat dengan Allah.
Tanda keberkahan waktu.
Orang yang meluangkan waktu untuk beribadah justru mendapat keberkahan dalam waktunya.
Sedikit waktu terasa cukup, pekerjaan lancar, dan hidup menjadi teratur.
Kesibukan dunia bisa menjadi ujian. Tidak semua kesibukan itu baik. Ada kesibukan yang menjauhkan dari Allah, membuat hati kosong dari dzikir dan ibadah. Maka seorang mukmin hendaknya mengatur waktunya, agar tidak tertelan oleh hiruk-pikuk dunia dengan meninggalkan akhirat.
Hadis ini menanamkan konsep keseimbangan hidup.
Islam tidak melarang mencari dunia, tapi mengajarkan prioritas: dahulukan ibadah, niscaya Allah akan mencukupkan urusan dunia.
Cara meluangkan waktu untuk ibadah di tengah kesibukan:
Sadari tujuan hidup: Pahami bahwa ibadah adalah landasan utama dalam hidup dan jadikan waktu beribadah sebagai prioritas, bukan pilihan.
Jalankan ibadah dengan ikhlas: Luruskan niat bahwa semua ibadah dilakukan hanya untuk Allah. Ini akan membuat amal ibadah menjadi lebih bernilai.
Manfaatkan waktu luang: Gunakan waktu kosong, misalnya saat istirahat atau menunggu, untuk beribadah, seperti membaca Al-Qur’an atau berzikir.
Hindari gangguan digital: Batasi penggunaan media sosial atau perangkat digital yang tidak perlu agar tidak mengganggu waktu ibadah.
Niatkan setiap aktivitas sebagai ibadah:
Semua kegiatan yang diniatkan dengan baik, seperti bekerja untuk menafkahi keluarga, bisa menjadi bernilai ibadah di sisi Allah.
Dengan mendahulukan ibadah, seseorang tidak akan merugi. Sebaliknya, ia akan mendapatkan keberkahan dan ketenangan dalam menjalani hidup di dunia, serta meraih keselamatan di akhirat. (*)
