Lupa Cara Pancasila

*) Oleh : Rodli TL
Dosen Sastra dan Film Unisda
www.majelistabligh.id -

Pancasila, kita lafalkan tiap silanya saat upacara. Lantang di bibir pengeras suara, namun melambung jauh dari langkah.

Ketuhanan, jadi stempel sumpah jabatan. Tuhan diabaikan saat anggaran mengalir atas nama bantuan, dengan bisikan “tolong dipikirkan, 40% dana perjuangan.”

Kemanusiaan kita eja tiap rapat. Adilnya hanya untuk yang menjabat dan yang menyuap. Yang lapar tetap mengantre di trotoar sampai sekarat.

Persatuan cuma spanduk tujuh belasan. Usai tasyakuran kembali dibuatkan isu debat perpecahan untuk modal kemenangan. Beda partai, beda suku, beda doa, lalu lupa bahwa Pancasila sesungguhnya sedang tergadaikan.

Kerakyatan dipimpin hikmat kebijaksanaan, yang memimpin kehilangan pedoman. Suara terbanyak dibeli pakai janji. Musyawarah diganti putusan malam saat semua terbuai mimpi.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat, sila yang paling sial. Dibangun gedung pencakar langit,  bawahnya masih ada yang tidur beralas sakit.

Bukan Pancasila yang menjauh pergi,  kitalah yang sengaja lupa berdiri.

Di tiap sila ada cermin untuk bercermin, kita lebih suka menunjuk, bukan membenahi batin.

Bila esok ditanya anak sendiri, “Kenapa negeri kita begini?”

Jangan salahkan lambang burung Garuda, tapi kita yang lupa cara menjadi manusia yang Pancasila.

Lamongan, 31 Mei 2026

Tinggalkan Balasan

Search