Manfaatkan Ramadan untuk Bakar Dosa

Manfaatkan Ramadan untuk Bakar Dosa
www.majelistabligh.id -

Momentum Ramadan 1447 H diminta untuk tidak disia-siakan. Dalam kultum Tarawih di Masjid Mukhlisin, Kemantren, Tulangan, Sidoarjo, Senin (23/2/2026) atau 6 Ramadan 1447 H, Ustaz Rahmat Hidayat, MPd mengajak jemaah memanfaatkan bulan suci sebagai ajang “membakar” dosa-dosa masa lalu. Ia mengingatkan, kesempatan bertemu Ramadhan merupakan anugerah besar dari Allah Swt.

“Allah sudah mengabulkan doa-doa kita sebelumnya, di antaranya usia yang dipanjangkan hingga bertemu bulan Ramadan. Maka gunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas keimanan,” ujarnya di hadapan jemaah.

Ia menegaskan, semangat ibadah di bulan suci harus diimbangi dengan pengendalian diri. Menurutnya, meningkatnya gairah beribadah juga diiringi dengan upaya setan untuk menggoda manusia agar terjerumus pada keburukan.

“Jangan sampai kita berpuasa, tetapi masih gemar mencari-cari kesalahan orang lain,” tegasnya.

Larangan Prasangka dan Ghibah

Ustaz Rahmat mengutip Surah Al-Hujurat ayat 12 yang melarang keras prasangka buruk dan perbuatan menggibah.

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain…(QS. Al-Hujurat: 12).

Ia menjelaskan, perilaku menggibah diibaratkan seperti memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal dunia. Perumpamaan tersebut menunjukkan betapa buruk dan menjijikkannya perbuatan itu.

Karena itu, Ramadhan harus menjadi sarana membersihkan hati dari prasangka dan kebiasaan buruk.

“Latih diri supaya tidak mengulangi kebiasaan buruk. Allah tidak membutuhkan puasa yang disertai perilaku buruk,” pesannya.

Ramadan sebagai Proses Pembakaran Dosa

Dalam penutup kultumnya, Ustaz Rahmat mengajak jemaah menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembakaran dosa selama 11 bulan sebelumnya.

Ia menekankan pentingnya memperbaiki budi pekerti dan menjaga hubungan antarsesama. Ramadhan, kata dia, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan proses penyucian diri secara menyeluruh.

“Gunakan kesempatan emas ini untuk membakar dosa-dosa yang pernah dilakukan. Semoga Allah memberi kemudahan agar kita selalu berada di jalan-Nya,” pungkasnya. Wallahu a’lam bi al-shawab. (intan giri)

Tinggalkan Balasan

Search