Syawal: Momentum Memperbaiki Diri di Tengah Masalah Bangsa

Syawal: Momentum Memperbaiki Diri di Tengah Masalah Bangsa
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”Ramadan is a madrasa, but Syawal is the real field of proving graduation.”
“(Ramadhan adalah madrasah, namun Syawal adalah medan pembuktian kelulusan yang sesungguhnya)”

​Secara etimologi, Syawal berarti peningkatan (irtafa’a). Di tengah kondisi bangsa yang memerlukan integritas dan persaudaraan kuat, menjaga konsistensi (istiqamah) ibadah pasca-Ramadan bukan sekadar ritual, melainkan solusi moral.

​Untuk menjaga tren positif tersebut, kita memerlukan tiga instrumen spiritual:

​1. Muhasabah (Introspeksi) Sebagaimana firman Allah Swt.:
​يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُر نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ …
​Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…” (QS. Al-Hasyr: 18).

​Ayat ini menekankan pentingnya evaluasi diri agar kesalahan masa lalu tidak terulang demi masa depan yang lebih baik.

​2. Mujahadah (Kesungguhan)
Mempertahankan kebiasaan baik di tengah hiruk-pikuk dunia memerlukan perjuangan ekstra. Allah Swt berjanji dalam firman-Nya:
​وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا
​Artinya:
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-Ankabut: 69).

​Ayat ini menegaskan bahwa mereka yang bersungguh-sungguh mencari keridaan-Nya akan diberikan jalan keluar dan kemudahan.

​3. Muraqabah (Merasa Diawasi) Rasulullah saw. bersabda:
​أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
​Artinya:
Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR.Muslim No.5).

​Kesadaran ini adalah kunci integritas. jika setiap elemen bangsa merasa diawasi Tuhan, maka korupsi dan ketidakadilan akan terkikis.

​Oleh karena itu, jangan biarkan masjid kembali sepi dan kepedulian sosial memudar. Mari jadikan spirit Syawal sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri demi kemajuan bangsa.

​Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Search