Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban merupakan tempat bagi anak-anak untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan diri. Saat ini, terdapat sekitar dua puluh anak yang menempuh pendidikan di jenjang SMP dan SMA.
Setelah melalui masa yang cukup lama tanpa pendampingan pengasuh yang berjalan secara optimal, kini mulai dilakukan kembali upaya pembinaan anak melalui program-program sederhana yang diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Langkah awal ini tidak harus dimulai dengan program yang besar atau terlalu banyak aturan. Justru, pembinaan dapat dimulai dari hal-hal ringan, sederhana, dan dilakukan secara konsisten. Harapannya, anak-anak dapat kembali terbiasa menjalani kehidupan yang lebih teratur, disiplin, dan memiliki semangat untuk memperbaiki diri.
Salah satu program yang mulai dibangun adalah kegiatan diniyah sebagai sarana pembelajaran agama di luar pendidikan formal. Melalui kegiatan ini, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar membaca Al-Qur’an, memperbaiki bacaan, menambah hafalan, serta mempelajari dasar-dasar keislaman. Kegiatan diniyah juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, pembiasaan salat lima waktu menjadi perhatian penting dalam kehidupan di asrama. Anak-anak mulai diarahkan untuk menjaga waktu salat, melaksanakan salat berjamaah, dan membangun kesadaran bahwa ibadah merupakan bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Pembiasaan ini dilakukan secara bertahap, dengan pendekatan yang mendidik dan memberikan keteladanan.
Untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, mulai disusun pula jadwal petugas adzan dan imam salat. Anak-anak diberikan kesempatan untuk mengambil peran dalam kegiatan ibadah sesuai dengan kemampuan masing-masing. Melalui jadwal tersebut, mereka tidak hanya belajar menjalankan tugas, tetapi juga berlatih keberanian, kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan.
Kegiatan halaqah juga mulai dihidupkan sebagai bagian dari pembinaan rutin. Halaqah dapat diisi dengan tahfiz, tahsin, murajaah hafalan, membaca Al-Qur’an, zikir pagi, maupun kajian ringan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak. Dengan kegiatan yang terarah, diharapkan suasana asrama menjadi lebih hidup dan mendukung tumbuhnya kebiasaan-kebiasaan baik.
Di samping pembinaan keagamaan, kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari juga perlu dibangun. Hal-hal sederhana seperti bangun tepat waktu, menjaga kebersihan kamar, melaksanakan piket, mengikuti jadwal kegiatan, menghormati sesama, dan bertanggung jawab terhadap barang pribadi merupakan bagian penting dari proses pendidikan karakter.
Tentu, perubahan tidak bisa dicapai dalam waktu singkat. Setiap anak memiliki karakter, kebiasaan, dan latar belakang yang berbeda. Karena itu, diperlukan kesabaran, pendekatan yang baik, serta pendampingan yang berkelanjutan. Pengasuh tidak hanya bertugas mengingatkan dan menegakkan aturan, tetapi juga menjadi teladan, teman berdiskusi, dan pendamping bagi anak-anak dalam menjalani proses pertumbuhan mereka.
Program-program sederhana yang mulai berjalan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kembali budaya positif di lingkungan LKSA Muhammadiyah Tuban. Bukan semata-mata agar kegiatan asrama terlihat tertib, melainkan agar anak-anak memiliki kebiasaan baik yang tumbuh dari kesadaran diri.
Pada akhirnya, pembinaan di LKSA bukan hanya tentang tempat tinggal dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Lebih dari itu, LKSA diharapkan menjadi lingkungan yang mendukung pendidikan, pembentukan akhlak, penguatan ibadah, kedisiplinan, kemandirian, dan perkembangan masa depan anak-anak.
Semoga ikhtiar kecil ini menjadi awal yang baik bagi tumbuhnya suasana asrama yang lebih terarah, religius, nyaman, dan penuh semangat kebersamaan. Langkah yang sederhana, apabila dijalankan dengan konsisten dan penuh kepedulian, insyaallah dapat memberikan dampak yang berarti bagi kehidupan anak-anak di LKSA Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tuban. (*)
