“A heart that is close to Allah will find calm amidst the hustle and bustle of the world”
“(Hati yang dekat dengan Allah akan menemukan ketenangan di tengah hiruk-pikuk dunia)”
Di era digital yang sarat kesibukan dan tekanan hidup, jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar dunia hingga melupakan Sang Pencipta. Padahal, ketenangan sejati berawal dari hati yang senantiasa terhubung dengan Allah Swt. Allah Swt berfirman:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
Artinya:
“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186).
Ayat ini menegaskan bahwa Allah senantiasa dekat dengan hamba-Nya. Karena itu, hendaklah kita memperbanyak doa, memperteguh iman, dan menaati perintah-Nya.
Dalam hadis sahih, Allah Swt. berfirman:
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي
Artinya:
“Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku.” (Hadis Qudsi diriwayatkan oleh Imam Bukhari No. 6970/7405) dan Imam Muslim No. 2675)
Hadis ini mengajarkan pentingnya husnuzan (berprasangka baik) kepada Allah serta menumbuhkan raja’ (harapan) akan rahmat, ampunan, dan pertolongan-Nya.
Mendekat kepada Allah bukan sekadar ucapan, melainkan ikhtiar nyata melalui salat, zikir, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak amal saleh. Mari merawat kedekatan dengan-Nya agar hati lebih tenteram, iman semakin kokoh, dan kehidupan senantiasa berada dalam keberkahan.
Semoga bermanfaat.
