Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed memberikan tantangan kepada para lulusan Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) untuk mengambil peran nyata dalam pembangunan pendidikan nasional, termasuk bersedia mengabdi sebagai pendidik maupun relawan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Tantangan tersebut disampaikan dalam kuliah umum pada Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-45 UCY, Sabtu (31/10/2026), yang meluluskan 206 wisudawan dari delapan program studi.
Di hadapan para wisudawan dan keluarga besar UCY, Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa dunia pendidikan membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keberanian, kepedulian, dan semangat pengabdian. Para lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berorientasi pada peluang pekerjaan yang tersedia, tetapi juga mampu mengambil inisiatif untuk berkontribusi dalam mengatasi berbagai persoalan pendidikan di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga menyampaikan kabar menggembirakan bahwa pemerintah direncanakan akan membuka formasi guru pada tahun 2027. Informasi ini menjadi peluang bagi para lulusan perguruan tinggi, khususnya yang memiliki kompetensi dan minat untuk berkarier sebagai tenaga pendidik.
Namun, Prof. Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya kesiapan para lulusan untuk mengambil kesempatan sekaligus menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat. Pengabdian sebagai guru maupun relawan pendidikan di daerah 3T merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata dalam memperluas akses dan meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan nasional.
Mengembangkan Kemandirian dan Keberanian Menciptakan Peluang
Dalam kuliah umumnya, Prof. Abdul Mu’ti juga memberikan motivasi kepada para wisudawan agar memiliki perspektif yang lebih luas dalam memandang pendidikan, pekerjaan, dan masa depan. Salah satu referensi yang dikutip adalah buku karya Robert T. Kiyosaki berjudul Why “A” Students Work for “C” Students and Why “B” Students Work for the Government: Rich Dad’s Guide to Financial Education for Parents.
Melalui gagasan dalam buku tersebut, Mendikdasmen mengajak para lulusan untuk tidak hanya menjadikan prestasi akademik sebagai ukuran keberhasilan, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kemandirian, kemampuan membaca peluang, dan keberanian mengambil peran dalam kehidupan ekonomi maupun sosial.
Pendidikan tinggi hendaknya menjadi modal bagi seseorang untuk mengembangkan kapasitas diri, menciptakan nilai tambah, dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi tidak hanya menjadi bagian dari pencari peluang kerja, tetapi juga berpotensi menjadi pencipta peluang dan solusi bagi masyarakat.
Prof. Abdul Mu’ti juga memberikan apresiasi kepada keluarga besar Universitas Cokroaminoto Yogyakarta atas kontribusinya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Apresiasi khusus disampaikan kepada para lulusan UCY yang telah menorehkan prestasi selama menempuh pendidikan. Prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh wisudawan untuk terus mengembangkan kemampuan dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
Rektor UCY: Lulusan Harus Mampu Menciptakan Lapangan Pekerjaan
Sementara itu, Rektor Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Dr. Herry Kristianto, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., atas kesediaannya hadir dan memberikan kuliah umum pada momentum Wisuda ke-45 UCY.
Menurut Rektor, kehadiran Mendikdasmen merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi keluarga besar UCY, khususnya para lulusan yang akan memasuki fase baru dalam perjalanan kehidupan dan pengabdiannya.
Rektor juga memberikan pesan agar para wisudawan tidak hanya bercita-cita menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi berupaya menjadi pencipta lapangan pekerjaan (job creator). Lulusan perguruan tinggi harus memiliki keberanian untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan sehingga mampu menciptakan peluang ekonomi sekaligus memberikan manfaat danu membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
Pesan Rektor tersebut memiliki relevansi dengan motivasi yang disampaikan Mendikdasmen, bahwa pendidikan tinggi harus melahirkan individu yang mandiri, mampu membaca peluang, dan memiliki kepedulian sosial. Dengan bekal kompetensi akademik dan karakter yang kuat, lulusan diharapkan mampu mengambil peran dalam berbagai sektor pembangunan.
UCY Berkomitmen Melahirkan Lulusan yang Unggul dan Berkontribusi bagi Bangsa
Wisuda ke-45 Universitas Cokroaminoto Yogyakarta menjadi momentum penting bagi 206 lulusan dari delapan program studi untuk memulai perjalanan pengabdian di tengah masyarakat. Berbagai pesan yang disampaikan dalam kesempatan tersebut memberikan penegasan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi harus dilanjutkan dengan karya, kemandirian, dan kontribusi nyata.
Hal tersebut sejalan dengan visi UCY untuk menjadi universitas terkemuka, islami, berjiwa kebangsaan, dan berwawasan global. Melalui visi tersebut, UCY berkomitmen mengembangkan pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi profesional, tetapi juga memiliki integritas, nilai-nilai keislaman, semangat nasionalisme, jiwa kewirausahaan, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Dengan demikian, para lulusan UCY diharapkan mampu mengambil peran dalam berbagai bidang bisnis profesi, termasuk menjadi pendidik, wirausahawan, profesional, maupun penggerak masyarakat. Tantangan pengabdian di daerah 3T juga menjadi kesempatan bagi alumni untuk menunjukkan bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab sosial dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan.
Wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjalanan akademik, melainkan awal dari pengabdian dan kontribusi nyata. UCY berharap 206 lulusan Wisuda ke-45 menjadi generasi yang mandiri, berdaya saing, berani menciptakan peluang, serta siap mengambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. (nasrun mukminin)
