Sahabat, dalam kehidupan seorang muslim, adab memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Bahkan, banyak ulama mengatakan bahwa adab lebih utama daripada ilmu. Mengapa demikian? Karena ilmu tanpa adab bagaikan api tanpa kendali, ia bisa menimbulkan kerusakan.
Namun, adab yang baik akan membimbing pemilik ilmu agar menggunakannya dengan bijak dan penuh manfaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjadi teladan utama dalam hal akhlak dan adab. Allah Subhanahu wa Ta’ala pun memuji beliau dalam firman-Nya,
وَاِ نَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
“Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur.”
(QS Al-Qalam: 4)
Artinya, akhlak dan adab yang mulia adalah fondasi yang tidak boleh ditinggalkan dalam kehidupan seorang muslim, baik dalam beribadah, maupun dalam menuntut ilmu.
Hakikat ilmu dan pentingnya adab.
Sahabat, ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan hidup seorang muslim. Namun, ilmu yang tidak disertai adab justru bisa menyesatkan pemiliknya.
Orang berilmu tanpa adab bisa menjadi sombong, merasa lebih tinggi, dan menggunakan ilmunya untuk merugikan orang lain.
Sebaliknya, orang yang memiliki adab akan selalu rendah hati, penuh kasih, dan menjaga ilmunya agar memberi manfaat.
Nah, inilah mengapa adab disebut sebagai pintu yang mengantarkan ilmu kepada keberkahan. Tanpa adab, ilmu hanya menjadi kumpulan informasi tanpa nilai spiritual.
Banyak ulama terdahulu yang menekankan betapa pentingnya adab sebelum ilmu. Imam Malik rahimahullah pernah berkata kepada murid-muridnya:
“Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu.”
Maksudnya, sebelum seseorang menyelami lautan ilmu, ia harus menata dirinya dengan adab. Dengan adab, ia bisa menjaga niat, menghormati gurunya, dan mengamalkan ilmu dengan ikhlas.
Bahkan, Imam Al-Ghazali menuliskan bahwa adab adalah hiasan ilmu. Ilmu tanpa adab akan kehilangan keindahannya, sebagaimana pohon tanpa buah.
Adab tidak hanya berlaku di ruang belajar atau majlis ilmu, tetapi juga dalam keseharian. Adab kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tecermin dalam ketundukan dan keikhlasan beribadah. Adab kepada sesama manusia terlihat dari sikap hormat, tidak menyakiti, serta menjaga lisan dan perbuatan.
Contoh sederhana, adab kepada orang tua. Meski kita memiliki ilmu, tanpa adab kepada mereka, maka ilmu itu tidak akan membawa berkah. Begitu juga dalam pekerjaan, bisnis, atau interaksi sosial, adab membuat hubungan lebih harmonis dan bernilai ibadah.
Ilmu dan adab adalah pasangan yang saling melengkapi.
Sahabat, perlu kita sadari bahwa ilmu dan adab bukanlah dua hal yang dipisahkan, melainkan pasangan yang saling melengkapi. Ilmu tanpa adab bisa membawa petaka, sementara adab tanpa ilmu bisa membuat seseorang tersesat dalam kebodohan.
Keduanya harus berjalan bersama. Adab menuntun ilmu agar bermanfaat, sedangkan ilmu memperkuat adab agar tidak sekedar jadi kebiasaan, tapi juga berdasar pada pengetahuan yang benar. Dengan begitu, seorang muslim akan tumbuh menjadi pribadi yang berilmu sekaligus berakhlak mulia.
Sahabat, mari kita renungkan kembali. Mengapa adab lebih utama daripada ilmu? Karena adab adalah pondasi yang membuat ilmu kita bermakna, berbuah kebaikan, dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Tanpa adab, ilmu hanyalah hafalan yang bisa membuat sombong. Tapi dengan adab, ilmu menjadi cahaya yang menerangi hidup dan bermanfaat untuk orang lain.
Semoga kita senantiasa memperbaiki adab dalam kehidupan sehari-hari, meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan menjadikan ilmu yang kita miliki sebagai jalan menuju keberkahan.
Semoga bermanfaat.
