Sifat iri dan dengki (hasad) adalah “penyakit hati” yang manusiawi namun berbahaya. Jika dibiarkan, ia seperti api yang melahap kayu bakar—merusak ketenangan batin dan menghancurkan hubungan sosial.
Bagaimana cara meredam sifat tak terpuji tersebut? Berikut panduan praktis dan spiritual untuk mengendalikan sifat tercela itu agar hati tetap bersih dan tenang.
1. Memahami Hakikat Pembagian Rezeki
Penyebab utama iri hati adalah rasa tidak puas terhadap apa yang kita miliki dan merasa orang lain tidak layak mendapatkan lebih. Cara mengatasinya adalah dengan meyakini bahwa setiap orang sudah memiliki porsi rezekinya masing-masing yang telah diatur oleh Allah SWT.
Allah berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 32: “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan…”
2. Menyadari Bahaya Hasad bagi Diri Sendiri
Hasad tidak merugikan orang yang kita jadikan sasaran iri, melainkan merugikan diri kita sendiri. Energi kita habis untuk memikirkan hidup orang lain, sementara amal ibadah kita justru terkikis.
Rasulullah SAW bersabda: “Waspadalah kalian terhadap sifat hasad (iri dengki), karena sesungguhnya hasad itu dapat memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)
3. Melatih Diri dengan Sikap “Ghibthah”
Islam membedakan antara Hasad (ingin nikmat orang lain hilang) dan Ghibthah (ingin seperti orang lain dalam hal kebaikan tanpa mengharapkan nikmat orang tersebut hilang). Jika melihat teman sukses, katakan pada diri sendiri: “Masya Allah, dia hebat. Semoga saya juga bisa menyusul kesuksesannya dengan cara yang halal.”
4. Fokus pada Kelebihan Diri
Seringkali kita iri karena hanya melihat “halaman depan” hidup orang lain tanpa tahu perjuangan di belakangnya. Cobalah untuk:
* Menulis daftar syukur setiap hari.
* Berhenti membandingkan proses kita dengan hasil akhir orang lain.
* Melihat ke bawah dalam urusan duniawi agar lebih bersyukur.
5. Mendoakan Kebaikan untuk Orang yang Membuat Kita Iri
Ini adalah obat yang paling ampuh namun paling sulit. Saat muncul rasa dengki terhadap seseorang, paksa diri untuk mendoakannya. Secara psikologis, ini memutus rantai kebencian di dalam otak.
Mengendalikan iri dan dengki adalah proses seumur hidup. Hati yang bersih bukan berarti tidak pernah merasa iri, melainkan hati yang segera sadar dan beristighfar saat benih-benih iri itu muncul. Dengan bersyukur, kita tidak hanya merasa cukup, tapi juga merasa bahagia atas kebahagiaan orang lain.(*)
