Banyak kisah para nabi yang mengagumkan terjadi. Barang siapa yang selalu menghadirkan Allah di setiap waktunya akan Allah muliakan kehidupannya. Berikut kisah mengagumkan yang dialami para nabi sehingga hidupnya mulia di sisi -Nya
Kisah Nabi Ibrahim
Allah menceritakan tentang kekasih-Nya Nabi Ibrahim a.s. bahwa sesungguhnya setelah Allah menolongnya dari kejahatan kaumnya dan ia merasa putus asa dari keimanan kaumnya, padahal mereka telah menyaksikan mukjizat-mukjizat yang besar.
Maka Ibrahim a.s. hijrah dari kalangan mereka seraya berkata:
{إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ}
“Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” (Ash-Shaffat: 99-100)
Yakni anak-anak yang taat sebagai ganti dari kaumnya dan kaum kerabatnya yang telah ditinggalkannya. Allah berfirman:
{فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلامٍ حَلِيمٍ}
Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. (Ash-Shaffat: 101)
Nabi Ibrahim pergi dengan keyakinan bahwa Allah akan menunjukkan jalan yang menggembirakan.
Kabar gembira itu berupa seorang anak yang taat dan sabar yaitu Ismail.
Kisah Nabi Ya’qub
Ketika nabi Ya’qub berada di puncak kesedihannya karena ditinggal anak kesayangannya Yusuf, ditambah lagi adiknya Bunyamin dituduh mengurangi takaran dan akhirnya dipenjarakan.
Dan di saat kehilangan anaknya Nabi Yusuf berkata
{ …فَصَبۡرࣱ جَمِیلٌۖ عَسَى ٱللَّهُ أَن یَأۡتِیَنِی بِهِمۡ جَمِیعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡعَلِیمُ ٱلۡحَكِیمُ }
[Surat Yusuf: 83]
Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku).
Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semua kepadaku.
Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
Di waktu genting ini, dimana Nabi Ya’qub kehilangan anak kesayangannya, entah berapa tahun lamanya, beliau senantiasa tetap menyerahkan-nya kepada Allah, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Dan di sini Allah berfirman :
«أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي فلْيَظنّ بي ما شاء
“Aku itu sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku، maka hendaklah dia berprasangka semaunya kepadaku. (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka kalau kita berprasangka buruk kepada Allah, maka akan susah hidup kita, tapi Nabi Ya’qub mengatakan
إنه هو العليم الحكيم..
Beliau nabi Ya’qub percaya bahwa Allah Maha Mengetahui akan semua yang terjadi di dunia ini.
Di akhir kisah, setelah nabi Ya’qub dilandai banyak cobaan dan ujian, Allah mengangkat derajat nabi Ya’qub dan anaknya Yusuf.
{ وَرَفَعَ أَبَوَیۡهِ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ وَخَرُّوا۟ لَهُۥ سُجَّدࣰاۖ وَقَالَ یَـٰۤأَبَتِ هَـٰذَا تَأۡوِیلُ رُءۡیَـٰیَ مِن قَبۡلُ قَدۡ جَعَلَهَا رَبِّی حَقࣰّاۖ وَقَدۡ أَحۡسَنَ بِیۤ إِذۡ أَخۡرَجَنِی مِنَ ٱلسِّجۡنِ وَجَاۤءَ بِكُم مِّنَ ٱلۡبَدۡوِ مِنۢ بَعۡدِ أَن نَّزَغَ ٱلشَّیۡطَـٰنُ بَیۡنِی وَبَیۡنَ إِخۡوَتِیۤۚ إِنَّ رَبِّی لَطِیفࣱ لِّمَا یَشَاۤءُۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡعَلِیمُ ٱلۡحَكِیمُ }
[Surat Yusuf: 100]
Dan dia (Yusuf) menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana, lalu mereka semua bersujud kepadanya.
Dia berkata, “Wahai ayahku, inilah takwil mimpiku dahulu; sungguh Tuhanku telah menjadikannya kenyataan.
Dan sungguh Dia telah berbuat baik kepadaku ketika Dia mengeluarkanku dari penjara dan membawa kalian dari kampung (padang pasir) setelah setan menimbulkan perselisihan antara aku dan saudara-saudaraku.
Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki.
Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
Ini semua tidak terjadi kecuali cobaan yang disertai dengan kesabaran yang luar biasa dan tentunya juga berharap dan berkhusnudzon pada Allah akan ada sesuatu yang lebih baik di balik ujian itu.
Kisah Nabi Muhammad
Hal ini terjadi pada tahun beliau melakukan hijrahnya. Saat itu orang-orang musyrikin bertekad hendak membunuhnya atau menahannya. Maka Nabi Saw lari dari mereka bersama sahabatnya, yaitu Abu Bakar As-Siddiq. Lalu keduanya berlindung di dalam Gua Sur selama tiga hari, menunggu agar orang-orang yang mencari dan menelusuri jejaknya kembali ke Makkah. Sesudah itu beliau bersama Abu Bakar meneruskan perjalanan ke Madinah.
Abu Bakar merasa takut bila seseorang dari kaum musyrik yang mengejarnya itu dapat melihatnya yang akhirnya nanti Rasulullah Saw akan disakiti oleh mereka. Maka Nabi Saw. menenangkan hatinya dan meneguhkannya.
لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
Artinya:
“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”
Perkataan ini diabadikan Allah dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 40:
{ إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدۡ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذۡ أَخۡرَجَهُ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ ثَانِیَ ٱثۡنَیۡنِ إِذۡ هُمَا فِی ٱلۡغَارِ إِذۡ یَقُولُ لِصَـٰحِبِهِۦ لَا تَحۡزَنۡ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَاۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِینَتَهُۥ عَلَیۡهِ وَأَیَّدَهُۥ بِجُنُودࣲ لَّمۡ تَرَوۡهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ ٱلسُّفۡلَىٰۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِیَ ٱلۡعُلۡیَاۗ وَٱللَّهُ عَزِیزٌ حَكِیمٌ }
[Surat At-Taubah: 40]
Sehubungan dengan hal ini Imam Ahmad mengatakan bahwa:
حَدَّثَنَا عَفَّانُ، حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، أَنْبَأَنَا ثَابِتٌ، عَنْ أَنَسٍ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ حَدَّثَهُ قَالَ: قُلْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَنَحْنُ فِي الْغَارِ: لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ نَظَرَ إِلَى قَدَمَيْهِ لَأَبْصَرَنَا تَحْتَ قَدَمَيْهِ. قَالَ: فَقَالَ: “يَا أَبَا بَكْرٍ، مَا ظَنُّكَ بِاثْنَيْنِ اللَّهُ ثَالِثُهُمَا”.
telah menceritakan تَحْتَ kami Affan, telah menceritakan kepada kami Hammam, telah menceritakan kepada kami Sabit, dari Anas; Abu Bakar telah bercerita kepadanya bahwa ketika ia berada di dalam gua bersama Nabi, ia berkata kepada Nabi Saw., “Seandainya seseorang dari mereka itu memandang ke arah kedua telapak kakinya, niscaya dia akan dapat melihat kita berada di bawah kedua telapak kakinya.” Maka Nabi Muhammad bersabda: Hai Abu Bakar, apakah dugaanmu tentang dua orang, sedangkan yang ketiganya adalah Allah?
Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkan hadis ini di dalam kitab Sahih-nya masing-masing. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:
{فَأَنزلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ}
Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepadanya (Muhammad). (At-Taubah: 40)
Maksudnya, dukungan dan pertolongan Allah diturunkan kepada Nabi Muhammad.
{وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا}
dan membantunya dengan tentara yang kalian tidak melihatnya. (At-Taubah: 40)
Lagi lagi dengan ketenangan dan kepercayaan bahwa barang siapa yang menghadirkan Allah di setiap masalahnya, niscaya akan Allah bantu dan menjadikan hidupnya mulia.
Semoga kita semua termasuk hamba Allah yang selalu mengingatnya, menghadirkan-nya di setiap saat sampai Allah jadikan hidup kita ini mulia di sisi-Nya.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنا مِمَّنْ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَه.
