Menghindari Jalan Batil, Menjaga Rezeki yang Halal dalam Kehidupan Sehari-hari

www.majelistabligh.id -

*) Oleh: Muhammad Nashihudin, MSi
Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur

Banyaknya pelaku curang dan korupsi di negara ini telah membawa bangsa Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, seakan oleng seperti kapal yang hampir tenggelam. Kondisi ini menciptakan ketidakstabilan, dengan penurunan IHSG dan nilai rupiah yang semakin anjlok. Inilah gambaran dari perilaku para koruptor dan penghianat bangsa yang merusak tatanan negara.

Dalam tulisan ini, penting untuk kita renungkan dan tindaklanjuti dalam kehidupan sehari-hari, agar segala tindakan kita terhubung dengan apa yang halal dan toyyiban. Karena hal ini dapat menentramkan hati dan pikiran. Hal tersebut menjadi refleksi dari ajaran yang kita terima di bulan Ramadan, yakni prinsip hidup yang dijalani oleh orang-orang yang bertakwa, yaitu Al-Muttaqin.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖ وَّ اتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْۤ اَنْـتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ
“Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.”
(QS. Al-Ma’idah 5:88)

Pada zaman sekarang, kita banyak menyaksikan orang mencari rezeki dengan cara yang ceroboh, tanpa peduli apakah itu halal atau haram, demi memenuhi hawa nafsunya. Kehidupan hedonisme membawa mereka pada sifat rakus, bakhil, dan serakah yang tercela. Islam mengajarkan umatnya untuk mengawal rezeki yang halal dan berhati-hati terhadap semua yang diharamkan oleh Allah SWT.

Biarlah hidup kita dalam keluarga Muslim berada dalam keadaan yang normal, jauh dari amaliah yang merusak tatanan kehidupan masyarakat seperti mencuri, mengoplos barang, mengurangi timbangan, atau terjerumus dalam riba.

Mentadabburi (merenungkan) ayat-ayat berikut ini akan membantu kita untuk membumikan nilai-nilai ilahi yang baik dan diridhai oleh Allah SWT, serta mendasari segala aktivitas kita dengan prinsip halalan toyyiban (halal dan baik) bagi orang-orang yang sholeh, dan menjauhi apa yang haram bagi orang-orang yang ingkar dan tidak bersyukur.

1. Hindari Penyuapan terhadap Hakim

وَلَا تَأْكُلُوْۤا اَمْوَا لَكُمْ بَيْنَكُمْ بِا لْبَا طِلِ وَتُدْلُوْا بِهَاۤ اِلَى الْحُکَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَا لِ النَّا سِ بِا لْاِ ثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
“Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2:188)

2. Hindari Makanan yang Mengandung Dosa dan Diharamkan

اِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَا لدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيْرِ وَمَاۤ اُهِلَّ بِهٖ لِغَيْرِ اللّٰهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَا غٍ وَلا عَادٍ فَلَاۤ اِثْمَ عَلَيْهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barang siapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Al-Baqarah 2:173)

3. Hindari Mencari Makan dengan Cara Batil seperti Para Rahib

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ الْاَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ وَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِي سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ
“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.”
(QS. At-Taubah 9:34)

يَّوْمَ يُحْمٰى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَـنَّمَ فَتُكْوٰى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوْبُهُمْ وَظُهُوْرُهُمْ ۗ هٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِاَ نْفُسِكُمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ
“(ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam Neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung, dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”
(QS. At-Taubah 9:35)

 

Tinggalkan Balasan

Search