Menghitung Waktu, Berapa Banyak Waktu Untuk Ibadah?

Menghitung Waktu, Berapa Banyak Waktu Untuk Ibadah?
*) Oleh : Ridwan Manan
Pengajar Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo & Penulis buku " Menggapai SurgaMu dan Mutiara Ramadan"
www.majelistabligh.id -

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلۡتَـنۡظُرۡ نَـفۡسٌ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٍ​ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ​ؕ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيۡرٌۢ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ‏

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. Al-Hasyr: 18)

Para mufasir sepakat yang dimaksud hari esok dalam ayat ini adalah akhirat. Diawali panggilan untuk orang-orang beriman diperintahkan supaya bertakwa, dua kali perintah takwa dalam ayat ini secara berkesinambungan.
Perintah takwa yang pertama berfungsi sebagai panggilan iman yang tumbuh dari kesadaran hati sebagai fondasi
spritual.

Menghitung Waktu, Berapa Banyak Waktu Untuk Ibadah?

Perintah takwa yang kedua bermakna:
Peneguhan hati yang memerlukan aplikasi nyata dengan amal serta komitmen berkelanjutan.

Berharganya Waktu

Tanda waktu itu begitu berharga bagi seorang muslim karena kelak ia akan ditanya, untuk apa waktu tersebut dihabiskan.

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ

Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) bagaimana ia peroleh harta dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya di manakah usangnya.” (HR. Tirmidzi)

Imam Syafi’i pernah mendapat nasihat dari seorang sufi.

الوقت كالسيف فإن قطعته وإلا قطعك، ونفسك إن لم تشغلها بالحق وإلا شغلتك بالباطل

Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.” (Madarijus Salikin, Ibnul Qayyim)

Al Hasan Al Bashri pernah berkata,

لم يزل الليلُ والنهار سريعين في نقص الأعمار ، وتقريبِ الآجال

Malam dan siang akan terus berlalu dengan cepat dan umur pun berkurang, ajal (kematian) pun semakin dekat.” (Jaami’ul ‘Ulum)

Berapa Waktu Kita untuk Ibadah

Hari, bulan dan tahun telah berganti, momentum yang tepat untuk bermuhasabah. Kalau kita menghitung waktu perjalanan hidup manusia berapa banyak waktu untuk ibadah dan waktu yang kita sia-siskan untuk aktifitas yang tidak bernilai ibadah.

Kalau Allah sekiranya berikan umur 65 tahun, berapa tahun kita tidur dan terjaga serta berapa tahun waktu untuk salat dan bekerja. Dihitung kebiasaan tidur seseorang 8 jam sehari maka waktu tidur kita selama 65 tahun sebanyak 21.7 tahun (33%), sedangkan waktu salat 5 kali dalam sehari estimasi 1 jam, maka salat kita selama 65 tahun hanya 2.7 tahun (4%), sedangkan waktu bekerja 9 jam perhari, waktu yang gunakan bekerja selama hidup sebanyak 24.4 tahun (38%).

Sisa waktu untuk santai 6 jam perhari memerlukan waktu 16.3 tahun (25%). Karena dengan rahmat dan kemurahan Allah Ta’ala setiap aktivitas yang disertai untuk mendapatkan ridhaNya maka bernilai ibadah. Mari sertakan Allah dalam setiap aktivitas untuk mendapatkan ridha-Nya agar bernilai ibadah, bertambahnya usia hidup semakin berkualtas, selamat di dunia dan akhirat.

Tinggalkan Balasan

Search