Mengubah Lelah Menjadi Lillah

Mengubah Lelah Menjadi Lillah
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

“Being tired is normal, giving up is a choice.”
“(Lelah itu wajar, menyerah itu pilihan).”

Rasa lelah adalah bagian tak terpisahkan dari dinamika kehidupan. Baik lelah fisik maupun mental, kondisi ini hadir sebagai sinyal alami bahwa tubuh dan pikiran memerlukan jeda. Namun, ada satu hal yang perlu kita ingat: lelah itu wajar, tetapi menyerah adalah pilihan.

Islam mengajarkan bahwa setiap jerih payah seorang mukmin tidak akan pernah sia-sia. Allah Swt berfirman:
فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا . إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya:
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Qs. Al-Insyirah: 5-6)

Menurut Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, pengulangan ayat tersebut memberikan penekanan kuat bahwa kemudahan selalu mendampingi kesulitan. Kata Al-’usr (kesulitan) berbentuk definit (ma’rifah), sedangkan yusr (kemudahan) berbentuk indefinit (nakirah). Kaidah tata bahasa Arab mengisyaratkan bahwa satu kesulitan yang sama tidak akan mampu mengalahkan dua kemudahan yang berbeda yang mengiringinya.

Bahkan, rasa lelah yang kita rasakan saat berjuang dapat menjadi penghapus dosa. Dari Abu Sa’id Al-khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حَزَنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
Artinya:
Tidaklah seorang Muslim ditimpa rasa lelah, sakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, maupun kegundahan, bahkan duri yang menusuknya kecuali Allah akan menghapus dengan itu sebagian kesalahan-kesalahannya.” (HR. Bukhari No. 5641 dan Muslim No.2573)

Jadi, saat rasa lelah menghampiri, jangan biarkan keputusasaan mengambil alih. Sandarkan seluruh usaha kepada-Nya, beristirahatlah sejenak, lalu bangkit kembali. Ubahlah setiap lelah menjadi lillah, sebab kemenangan sejati hanya milik mereka yang bertahan hingga garis akhir.

Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Search