Menjemput Rahasia Lailatul Qadar

Menjemput Rahasia Lailatul Qadar
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”Lailatulqadar is not just hunting for signs on the horizon, but rather presenting Allah completely in the chest. For a soul that has ‘awakened’, every breath is a moment of encounter with the Creator”
“(Lailatul qadar bukan sekadar berburu tanda di cakrawala, melainkan menghadirkan Allah sepenuhnya di dalam dada. Bagi jiwa yang telah ‘terbangun’, setiap embusan napas adalah momentum perjumpaan dengan Sang Pencipta)”

​Bayangkan sebuah malam di mana satu sujud saja nilainya lebih indah dari pengabdian seumur hidup. Lailatul qadar pada Ramadan 1447 H (Maret 2026) ini adalah momentum emas bagi kita, para pemburu rida Ilahi. Inilah malam saat amalan melintasi batas logika, dilipatgandakan melampaui seribu bulan. ​Allah SWT berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya:
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (Qs. Al-Qadr: 3)

Ayat ini merupakan motivasi bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah, khususnya pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

​Mengapa Kita Harus Mengejarnya?

​Ayat ini bukan sekadar janji, melainkan panggilan cinta bagi umat Muslim untuk memperhebat ibadah, khususnya pada 10 malam terakhir. Pada malam ini, para malaikat turun membawa kedamaian dan mengatur urusan manusia hingga fajar menyapa.

​Kapan ia tiba? Itulah rahasia indah dari Allah. Namun, Rasulullah SAW memberikan petunjuk bagi mereka yang sungguh-sungguh: Dari Aisyah, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
تَحَرَّوْا ليلة القدرِ في الوِتْرِ، من العشرِ الأواخرِ من رمضانَ
Artinya:
​”Carilah oleh kalian keutamaan Lailatulqadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari No. 2017 & Muslim No. 1169).

​Merasakan Kehadirannya
​Secara alamiah, alam semesta pun ikut bersujud. Lailatul qadar sering ditandai dengan:

* ​Atmosfer yang teduh: Tidak panas meradang, tidak pula dingin mencekam.
* Ketenangan Batin: Hati merasa damai yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
* ​Fajar yang Lembut: Matahari esok paginya terbit dengan sinar yang teduh dan tidak menyilaukan.

​Sebuah Langkah Nyata

​Mari kencangkan ikat pinggang ibadah. Jangan biarkan malam-malam ini berlalu menjadi sekadar angka di kalender. Di sepertiga malam terakhir, saat dunia terlelap, langitkanlah doa yang paling dicintai Allah sebagaimana yang diajarkan Rasulullah kepada Ibunda ‘Aisyah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya:
Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi No. 3513 & Ibnu Majah No. 3850).

​Ketuklah pintu langit dengan kerendahan hati. Karena sesungguhnya, bukan mereka yang terjaga yang pasti mendapatkannya, melainkan mereka yang hatinya diterima oleh-Nya.

​Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search