”The world is too noisy for a tired heart; Ramadan is the most beautiful break to greet the Creator again”
“(Dunia terlalu bising bagi hati yang lelah; Ramadan adalah jeda paling indah untuk kembali menyapa Sang Pencipta)”
Waktu terus merayap pasti, mengantarkan langkah kita menuju gerbang kemuliaan. Di tengah keriuhan mengejar dunia, sering kali kita lupa bahwa jiwa pun butuh tempat untuk berlabuh. Ramadan hadir bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan pelipur lara bagi jiwa yang gundah serta peredam bagi ambisi yang sempat membara tanpa arah.
Semoga Allah mengizinkan kita memeluk kembali bulan penuh rahmat ini, sebuah madrasah suci yang tak hanya menyeka penat dari hiruk-pikuk kehidupan, tetapi juga menuntun kita pada satu kesadaran: bahwa kebahagiaan sejati hanya akan bermuara pada rukuk dan sujud yang penuh ketaatan. Allah SWT berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ…
Artinya:
”Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)….”(Qs. Al-Baqarah: 185)
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa Allah mengangkat derajat Ramadan di atas bulan-bulan lainnya karena kemuliaan Al-Qur’an yang diturunkan di dalamnya. Inilah alasan mengapa Ramadan abadi sebagai bulan cahaya, ruang di mana petunjuk menyinari setiap hati yang mencari jalan pulang. Kabar Gembira dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam:
إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ
Artinya:
”Apabila Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari No. 1899 dan Muslim No. 1079)
Hadis ini adalah motivasi untuk memaksimalkan ibadah, meningkatkan amal kebaikan, dan meninggalkan kemaksiatan selama bulan Ramadhan.
Oleh karena itu, persiapan paling utama menyambut Ramadan bukanlah tentang kemegahan harta, melainkan tentang hati yang dibersihkan dan niat yang tulus untuk berbenah diri. Mari kita ketuk pintu rahmat-Nya dengan kerendahan hati. Semoga di penghujung bulan nanti, kita termasuk golongan hamba yang dibebaskan dari belenggu api neraka.
Semoga bermanfaat.
