Meraih Keberkahan Waktu

Meraih Keberkahan Waktu
*) Oleh : Hogi Caesar Budianto, S.pd
Guru Tahfidz SMA Muhammadiyah 10 GKB
www.majelistabligh.id -

Nikmat Allah begitu banyak ragamnya, namun sebagian di antaranya bersifat sementara, siap ataupun tidak, manusia pada akhirnya akan kehilangan nikmat tersebut. Dua nikmat yang paling jelas kefanaannya adalah nikmat waktu dan nikmat kesehatan. Sangat disayangkan, justru dua nikmat inilah yang paling sering disia-siakan oleh manusia, termasuk diri kita sendiri.

Rasulullah ﷺ bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغ

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu (lalai) terhadapnya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. al-Bukhari)

Lalu pernahkah kita merasa bahwa waktu berjalan begitu cepat? Hari Jumat terasa baru kemarin, kini sudah bertemu Jumat kembali. Ramadhan yang lalu seakan baru selesai, namun sebentar lagi kita bertemu Ramadhan lagi.

Fenomena ini telah dijelaskan dalam sabda Nabi ﷺ:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ

“Tidak akan terjadi kiamat hingga waktu terasa semakin cepat.”  (Muttafaqun ‘alaih)

Para ulama menjelaskan bahwa yang membuat waktu terasa cepat bukanlah berkurangnya jumlah waktu. Namun keberkahan waktu yang hilang dari kehidupan manusia.

Diantara ciri-ciri kehilangan keberkahan waktu adalah :

  1. Kesibukan Tanpa Produktivitas Akhirat

Banyak manusia yang sibuk dari pagi hingga malam, namun sedikit sekali dari kesibukan itu yang bermanfaat untuk akhiratnya. Sebagian ulama menjelaskan makna hadis:

يُصْبِحُ النَّاسُ وَيُمْسُونَ، وَلَيْسَ فِي أَيْدِيهِمْ مِنَ الدُّنْيَا شَيْءٌ

Manusia bangun pagi dan tidur malam, namun tidak ada keberkahan pada usaha mereka.”

(Makna hadis riwayat Abu Dawud)

Mereka terus bergerak, namun hanya diniatkan mencari pundi pundi duniawi.

  1. Ilmu Bertambah, Pengamalan Berkurang

Kajian agama tersebar luas, tetapi perubahan diri justru semakin minim. Ilmu tanpa amal menyebabkan hilangnya keberkahan ilmu.

  1. Waktu Terbuang Sia-Sia

Media sosial, hiburan, dan aktivitas yang melalaikan membuat manusia lupa shalat, lupa menuntut ilmu, dan lupa berbuat baik.

Allah ﷻ berfirman:

﴿وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا﴾

(الفرقان: 62)

Dialah Allah yang menjadikan malam dan siang silih berganti, bagi siapa yang ingin mengambil pelajaran atau bersyukur.” (QS. Al-Furqan: 62)

Setiap detik adalah bagian dari umur yang tidak akan kembali.

Ketika Hati Tidak Tersambung kepada Allah

Jika hati jauh dari Allah, waktu terasa sempit dan tidak cukup. Namun bagi hamba yang dekat dengan Allah, waktu terasa luas dan penuh keberkahan.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

كُلُّ وَقْتٍ لَا يُقَرِّبُكَ إِلَى اللَّهِ فَهُوَ وِقْتٌ ضَائِعٌ مِنْ حَيَاتِكَ

Setiap waktu yang tidak mendekatkanmu kepada Allah adalah waktu yang hilang dari kehidupanmu.”

Kelak, manusia akan ditanya, Waktu mudanya digunakan untuk apa?

Hartanya dari mana didapat dan untuk apa dibelanjakan? Ilmunya, apakah diamalkan?

Cara Meraih Keberkahan Waktu

  1. Memperbanyak Dzikir dan Doa

Allah ﷻ berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا • وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا﴾

(الأحزاب: 41–42)

Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepadaNya di waktu pagi dan petang.”

  1. Menjaga Salat Tepat Waktu

Jika hidup seseorang berantakan, bisa jadi ia meremehkan shalatnya. Memperbaiki hidup bisa dimulai dengan memperbaiki shalat, karena seseorang yang terbiasa shalag tepat waktu berjamaah akan membentuk karakter menjadi disiplin sehingga siklus hidupnya produktif dalam urusan dunia dan akheratnya.

  1. Menjauhi Maksiat

Maksiat menghilangkan keberkahan waktu, mengeraskan hati, dan menutup pintu rezeki.

Orang yang senantiasa bermaksiat maka di hatinya hanya terdapat rasa ingin memuaskan syahwat duniawinya saja walaupun dengan cara yang haram, serta dihantui rasa khawatir jikalau tindakan salahnya menjadi bom waktu bagi dirinya di suatu saat, baik di dunia  maupun di hadapan Allah di akhirat.

  1. Melakukan Amal Saleh Sekecil Apa pun

Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ

Setiap perbuatan baik bernila sedekah. (Muttafaqun ‘alaih)

Tidak ada kebaikan yang sia-sia di sisi Allah.

Waktu adalah amanah. Kesehatan adalah modal. Keduanya pasti akan ditanya oleh Allah kelak. Gunakanlah setiap detik untuk mendekat kepada Allah, memperbaiki diri, dan mengisi hidup dengan amal salih. Wallahu A’lam. (*)

Tinggalkan Balasan

Search