Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, mengajak seluruh warga dan kader persyarikatan untuk menjadikan salat tahajud sebagai ciri khas serta identitas diri. Pesan mendalam ini ia sampaikan di sela-sela peresmian Masjid Kampus Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA), Sabtu (17/10/2026).
Dalam ceramahnya, Muhadjir mengingatkan kembali kedudukan vital salat sebagai tiang agama. Ia mengimbau umat Islam agar tidak cepat merasa puas dengan kualitas ibadah salat yang dijalani sehari-hari.
“Jangan merasa salat kita sudah sempurna. Bayangkan, dari salat yang berlangsung tiga sampai lima menit, berapa detik kita benar-benar ingat kepada Allah? Selebihnya sering kali hanya gerakan mekanis semata karena sudah hafal di luar kepala,” ujar Muhadjir.
Menurutnya, salah satu indikator utama untuk mengukur kesempurnaan dan kekhusyukan salat seseorang adalah melalui ibadah malam atau tahajud. Salat tahajud memiliki keutamaan tersendiri karena sifatnya yang sangat personal, dilakukan tanpa terburu-buru, serta hanya diketahui oleh diri sendiri dan Allah Swt.
Selain itu, Muhadjir menekankan bahwa tahajud merupakan satu-satunya salat sunah yang secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur’an.
“Jadikan salat tahajud sebagai ciri khas kader Muhammadiyah. Kembangkan kebiasaan ini secara ikhlas tanpa menganggapnya sebagai beban,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menepis anggapan bahwa menjalankan ibadah salat dapat mengganggu produktivitas kerja. Menurut Muhadjir, waktu salat lima waktu pada hakikatnya telah dirancang sedemikian rupa agar manusia tetap dapat menjaga keseimbangan antara bekerja dan beribadah.
Guna memperkuat argumentasinya, Muhadjir membagikan pengalaman saat berkunjung ke negara-negara Islam seperti Tunisia. Di sana, beberapa pihak justru lebih menyukai tenaga kerja non-Muslim asal Thailand atau Filipina karena menganggap aktivitas salat pekerja Muslim mengurangi jam kerja efektif.
“Mereka menilai pekerja yang tidak salat lebih produktif. Stigma seperti ini tidak akan terjadi jika kita memanfaatkan waktu salat dengan sangat baik, namun tetap berkualitas dan khusyuk saat menghadap Allah Swt,” pungkas Muhadjir. (*/tim)
