Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menargetkan sedikitnya 20 gerai Mentari Mart beroperasi di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir tahun ini. Langkah ini ditandai dengan peresmian gerai kedelapan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan di Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai, Jumat (25/9/2026).
Ekspansi ritel tersebut akan berlanjut dalam waktu dekat, di antaranya diresmikan di Universitas Muhammadiyah Jambi pada 4 Oktober, serta grand opening saat agenda Sidang Tanwir di Palu pada November mendatang.
Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa pengembangan Mentari Mart merupakan langkah nyata Muhammadiyah dalam memperkuat ekosistem dan jaringan bisnis di sektor ritel.
“Seluruh jajaran Muhammadiyah harus segera menginisiasi berdirinya Mentari Mart, baik skala kecil maupun besar. Ini dilakukan demi membangun mata rantai bisnis Persyarikatan,” ujar Muhadjir saat meresmikan gerai di UIAD Sinjai.
Ia menambahkan, ekspansi ritel ini sekaligus merealisasikan amanat Muktamar Muhammadiyah di Makassar satu dekade lalu untuk menguatkan pilar ekonomi. Untuk mempercepat pencapaian tersebut, Muhadjir mendorong pemanfaatan aset-aset lahan Muhammadiyah yang belum optimal dengan melibatkan ‘Aisyiyah sebagai motor penggerak.
“Saya mohon dukungan, terutama ibu-ibu ’Aisyiyah sebagai penggeraknya. Manfaatkan lahan-lahan kosong milik Muhammadiyah untuk segera dibangun Mentari Mart,” imbaunya.
Tidak hanya mengandalkan jaringan fisik, Mentari Mart juga diintegrasikan dengan ekosistem digital melalui aplikasi MASA (aplikasi resmi Muhammadiyah). Anggota yang terdaftar akan mendapatkan berbagai keuntungan saat berbelanja.
“Setiap anggota Muhammadiyah yang berbelanja menggunakan aplikasi MASA akan mendapat diskon dan poin. Jika poinnya mencukupi, ada hadiah umrah,” jelas Muhadjir.
Selain itu, ia mengajak keterlibatan generasi muda untuk mengelola gerakan ekonomi ini agar Mentari Mart mampu tumbuh menjadi jaringan ritel nasional yang diperhitungkan.
“Rekrut anak-anak muda untuk bergabung. Insyaallah, Muhammadiyah akan memiliki jaringan ritel yang sangat besar,” tuturnya.
Mengakhiri arahannya, Muhadjir berpesan agar seluruh warga Persyarikatan berani mengeksekusi ide dan mewujudkan pilar keempat Muhammadiyah, yakni pilar ekonomi.
“Mari kita bangun mimpi untuk memperkuat pilar ekonomi Muhammadiyah. Seperti kata pepatah, apa yang kita nikmati hari ini adalah mimpi kita kemarin,” pungkasnya. (*/tim)
