Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Lowokwaru Kota Malang mendorong sekolah-sekolah Muhammadiyah memperkuat branding sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan.
Melalui kegiatan marketing dan branding sekolah, PCPM Lowokwaru mengajak sekolah tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga mampu mengomunikasikan karakter, nilai, dan keunggulannya secara efektif di tengah perkembangan era digital.
Ketua PCPM Lowokwaru, Gigih Jaya Wijaya, mengatakan penguatan branding sekolah perlu menjadi gerakan bersama, termasuk di lingkungan Muhammadiyah. Menurutnya, upaya memperkenalkan pendidikan Muhammadiyah tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan di tingkat pusat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan unsur pimpinan dan pemuda di tingkat wilayah.
“Harapannya, branding pendidikan Muhammadiyah tidak hanya digerakkan dari pusat. Kami di wilayah juga harus bisa berjalan searah dan ikut memperkuat sekolah-sekolah Muhammadiyah,” ujar Gigih, Senin (5/10/2026).
Kegiatan diikuti 37 peserta dari berbagai sekolah di Malang Raya. Selain menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai strategi pemasaran pendidikan, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan sekolah menghadapi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Ditambahkannya, perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat dalam memperoleh informasi membuat sekolah perlu memiliki strategi komunikasi yang adaptif. Calon peserta didik dan orang tua kini dapat memperoleh informasi mengenai sekolah melalui berbagai kanal digital. Kondisi tersebut membuat kemampuan sekolah dalam menyampaikan identitas dan keunggulannya menjadi semakin penting.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong memahami strategi marketing dan branding digital yang dapat diterapkan sesuai karakter sekolah. Strategi tersebut diharapkan tidak sekadar digunakan untuk menarik calon peserta didik, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan nilai pendidikan kepada masyarakat secara lebih luas.
Menurut Gigih, branding pendidikan tidak semestinya dipahami sebatas aktivitas promosi. Di dalamnya terdapat upaya membangun identitas dan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan. Sekolah perlu mampu menunjukkan apa yang menjadi keunggulannya sekaligus menyampaikan nilai moral dan karakter yang menjadi fondasi pendidikan Muhammadiyah.
Antusiasme peserta yang melampaui perkiraan juga menunjukkan adanya kebutuhan sekolah terhadap penguatan kapasitas di bidang komunikasi dan pemasaran pendidikan. Respons tersebut menjadi dorongan bagi PCPM Lowokwaru untuk menghadirkan kegiatan lanjutan yang dapat menjawab tantangan sekolah dalam menghadapi perubahan ekosistem pendidikan.
“Antusiasme peserta ternyata cukup besar dan ini menjadi semangat bagi kami untuk membuat kegiatan lanjutan. Pemuda harus hadir bukan hanya dalam kegiatan organisasi, tetapi juga ikut memperkuat karakter, pesan moral, dan pendidikan di sekolah-sekolah,” katanya.
Nilai penting yang turut terlihat dalam kegiatan ini adalah *semangat kepemudaan yang diwujudkan melalui kontribusi nyata di bidang pendidikan*. Pemuda Muhammadiyah tidak hanya ditempatkan sebagai pelaksana kegiatan organisasi, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan yang dapat membantu sekolah beradaptasi dengan perubahan zaman.
Keterlibatan pemuda tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan gerakan pendidikan Muhammadiyah. Pengalaman para pimpinan dapat dipadukan dengan kreativitas dan pemahaman generasi muda terhadap perkembangan teknologi digital. Sinergi tersebut menjadi modal untuk menghadirkan strategi komunikasi pendidikan yang tetap berakar pada nilai, tetapi mampu mengikuti perkembangan zaman.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lowokwaru, Ustaz Mulyani. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan yang digerakkan oleh para pemuda.
Mulyani berharap semangat tersebut terus dijaga sehingga Pemuda Muhammadiyah semakin aktif mengambil peran dalam berbagai persoalan umat. Menurutnya, keterlibatan pemuda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan Muhammadiyah.
Semangat tersebut menunjukkan bahwa penguatan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Organisasi, pemuda, pimpinan, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Kolaborasi tersebut diperlukan agar lembaga pendidikan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempertahankan nilai-nilai yang menjadi identitasnya.
Melalui kegiatan ini, PCPM Lowokwaru berharap sekolah-sekolah Muhammadiyah semakin mampu mengenali kekuatan dan karakter masing-masing, kemudian mengomunikasikannya kepada masyarakat melalui strategi yang relevan. Kemampuan membangun branding diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pendidikan dan penguatan karakter.
Pada akhirnya, branding sekolah bukan sekadar upaya mendapatkan lebih banyak peserta didik. Lebih dari itu, branding menjadi ikhtiar membangun kepercayaan masyarakat, memperkuat identitas pendidikan Muhammadiyah, serta memastikan nilai-nilai pendidikan dapat tersampaikan secara lebih luas dan berkelanjutan. (Tim Humas PCPM Lowokwaru)
