Pengajian Ahad Pagi PCM Tegalsari, Abah Shol Sampaikan Pentingnya Amalan yang Istiqamah

Pengajian Ahad Pagi PCM Tegalsari, Abah Shol Sampaikan Pentingnya Amalan yang Istiqamah
www.majelistabligh.id -

Pengajian Ahad Pagi Sang Surya yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tegalsari berlangsung hangat. Wakil Pimpinan PWM Jawa Timur, Dr. KH. Sholihin Fanani, MPSDM menyampaikan materi dengan selingan canda sebagai penekanan pesan.

Di awal tausiyahnya, pria yang akrab disapa Abah Shol ini langsung mencairkan suasana dengan sebuah mantra motivatif, “Tambah lama tambah yakin tambah rajin”, yang ia sebut sebagai bekal amalan harian.

Dalam penjelasannya, Abah Shol menyebut bahwa mantra tersebut menggambarkan makna istiqamah.

“Istiqamah itu tambah hari tambah bagus ibadah dan amalan sosialnya, seperti salat dan infak makin meningkat,” ujarnya.

Muhammadiyah untuk Semua Golongan

Abah Shol menegaskan, kehadiran Muhammadiyah telah dirasakan luas oleh masyarakat, baik melalui amal usaha maupun ibadah yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah. Ia mencontohkan kiprah Muhammadiyah dalam dunia pendidikan yang benar-benar terbuka bagi siapa saja.

“Muhammadiyah punya universitas di Nusa Tenggara Timur maupun di Papua, mahasiswanya didominasi anak-anak non muslim. Itu tanda bahwa Muhammadiyah untuk semua kalangan,” paparnya.

Karena itu, ia mengajak jamaah untuk terus semangat menuntut ilmu sebagai perintah Allah dan Rasul. Dalam gaya khasnya, ia kembali menyampaikan mantra kedua, “Sitik-sitik diiling-iling sitik-sitik dilakoni.”

Menurutnya, tidak perlu menunggu usia uzur atau ilmu tinggi untuk mulai aktif beribadah — yang penting adalah istiqamah.

Dalam pesannya, Abah Shol mengingatkan pentingnya memurnikan ibadah, tidak keluar dari contoh Al-Qur’an dan Sunnah. Hal ini sejalan dengan prinsip dasar Muhammadiyah dalam beragama dan bermasyarakat.

Ia juga menegaskan kontribusi besar Muhammadiyah dalam kehidupan bangsa. “Muhammadiyah dalam memajukan kesejahteraan bangsa diwujudkan melalui berbagai upaya di bidang ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, hukum, dan kesehatan,” tegasnya.

Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah telah berkomitmen pada penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

“Muhammadiyah sudah mendirikan sekolah sejak tahun 1911, satu tahun sebelum persyarikatan terbentuk,” cerita Abah Shol.

Ajaran KH Ahmad Dahlan: Pintar, Welas Asih, dan Mengabdi

Di akhir tausiyahnya, Abah Shol menyampaikan kembali tiga ajaran pokok KH Ahmad Dahlan yang menjadi pedoman warga Muhammadiyah. Pertama, muslim harus berakal (pintar) dan berbudi. Kedua, memiliki sikap welas dan asih serta berlaku loman lahir batin. Ketiga, memiliki jiwa pengabdian, yakni berbuat tanpa menuntut balasan.

Pengajian ditutup dengan doa bersama dan suasana penuh kehangatan, meninggalkan pesan bahwa istiqamah, ilmu, dan pengabdian adalah kunci bagi umat untuk terus maju bersama Muhammadiyah. (furkan abidin)

 

Tinggalkan Balasan

Search