Dalam buku Ensiklopedia Islam: Gambaran Surga Hingga Mengenal Imam Bukhari karya Hafidz Muftisany, dijelaskan bahwa ashabul jannah merujuk pada penduduk surga atau orang-orang yang akan memasukinya. Istilah ini juga kerap disebut sebagai ahlul jannah yang berarti ahli surga.
Islam meyakini adanya kehidupan akhirat yang kekal setelah dunia yang fana ini berakhir. Berdasarkan Al-Qur’an dan hadis, tempat tinggal manusia di akhirat terbagi dua, yaitu surga dan neraka. Namun, tidak semua manusia bisa menjadi penghuni surga. Hanya orang-orang bertakwa yang memenuhi syarat khusus yang berhak memasukinya.
Lantas, siapa sajakah yang tergolong sebagai ashabul jannah dan bagaimana ciri-cirinya? Allah SWT telah memaparkannya dalam surah Ali ‘Imran ayat 16–17:
اَلَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اِنَّنَآ اٰمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِۚ ١٦ اَلصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْمُنْفِقِيْنَ وَالْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالْاَسْحَارِ ١٧
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, sungguh kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan selamatkanlah kami dari azab neraka.’ (Juga) orang-orang yang sabar, benar, taat, dan menginfakkan hartanya, serta memohon ampunan pada waktu sebelum fajar (akhir malam).”
Melalui buku Reuni Ahli Surga: Sejumlah Amalan Penting Penghuni Surga saat di Dunia karya Ahmad Abi Al-Musabbih, berikut adalah penjabaran ciri-ciri penghuni surga berdasarkan ayat tersebut:
- Beriman kepada Allah Swt
Orang-orang ini meyakini dalam hati, mengucapkannya dengan lisan, dan membuktikannya lewat perbuatan serta niat ibadah yang tulus. Mereka meyakini tidak ada Tuhan selain Allah Swt dan memercayai seluruh rukun iman. Allah Swt berfirman:
“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)
- Bersabar karena Allah Swt
Penghuni surga menjadikan kesabaran sebagai benteng hidup di dunia dan akhirat. Kesabaran dalam menjaga keimanan dan ketakwaan inilah yang mengantarkan seseorang ke derajat tertinggi di surga. Allah Swt berfirman:
مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللّٰهِ بَاقٍۗ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِيْنَ صَبَرُوْٓا اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ٩٦
Artinya: “Apa yang ada di sisimu akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Kami pasti akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 96)
- Jujur dan Taat
Mereka meyakini kebenaran ajaran Nabi Muhammad saw, beramal saleh sesuai syariat, serta konsisten menjalankan perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya.
- Gemar Menafkahkan Harta di Jalan Allah
Calon penghuni surga rela mengeluarkan hartanya semata-mata demi mengharap rida Allah Swt. Mereka tidak takut miskin karena sadar bahwa “berinvestasi” dengan Allah Swt tidak akan pernah rugi, dan pengorbanan tersebut akan dibalas dengan surga.
- Memohon Ampunan di Akhir Malam
Ciri terakhir adalah mereka yang bersedia meninggalkan kenyamanan tidur di sepertiga malam terakhir untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di waktu ini, mereka aktif meluangkan waktu untuk salat tahajud, membaca serta mentadaburi Al-Qur’an, bermuhasabah, dan memohon ampunan. (*)
