Perhiasan Kehidupan Dunia

Perhiasan Kehidupan Dunia
*) Oleh : Drs Muhammad Nashihudin MSI
Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur
www.majelistabligh.id -

Rasulullah saw bersabda:’ Sesungguhnya dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah istri salehah.
( HR Bukhari dan Muslim).

Seorang istri yang salehah mampu melayani, menyenangkan suami dengan baik dan tulus ikhlas sehingga seakan-akan dunia berada dalam genggamannya tidak perlu lagi dengan orang lain.

Istri salehah selalu memberikan sumbangsih yang penuh kehangatan dan kenikmatan yang dipenuhi oleh bunga bunga cinta dan kasih sayang.

Dunia ini semua terkutuk dan hina kecuali orang orang ada di dalam nya selalu ingat pada Allah SWT.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّا سِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَآءِ وَا لْبَـنِيْنَ وَا لْقَنَا طِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَا لْفِضَّةِ وَا لْخَـيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَا لْاَ نْعَا مِ وَا لْحَـرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَا عُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَا للّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰ بِ

Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 14)

Sesungguhnya dunia yang dihuni oleh miliaran manusia membutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam meraih bahagia dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Karena cinta pada dunia bisa membawa pada posisi yang hina, sedangkan surga telah menunggu orang orang yang beriman dan sabar dalam keterbatasan waktu dan ruang.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dunia hanya sementara, sebagai ladang untuk menanam kebaikan, tidak abadi namun perlu diperhatikan rambu rambu peringatan dan peraturan Allah SWT dan rasul-Nya agar tidak terpedaya.

Mentadaburi Ayat ayat dan hadis berikut ini agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap segala bentuk tipu daya dan fitnah dunia.

1. Harta dan anak sebagai amanat dan ujian hidup

وَا عْلَمُوْۤا اَنَّمَاۤ اَمْوَا لُكُمْ وَاَ وْلَا دُكُمْ فِتْنَةٌ ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗۤ اَجْرٌ عَظِيْمٌ

Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 28)

2. Harta yang halal dan anak saleh berdampak pada kebaikan yang menghantarkan ke surga.

اَلْمَا لُ وَ الْبَـنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَا لْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَا بًا وَّخَيْرٌ اَمَلًا

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 46)

3. Peringatan agar harta dan anak tidak menjadi kan lupa pada Allah SWT

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَا لُكُمْ وَلَاۤ اَوْلَا دُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
(QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 9)

4. Berhati-hati dalam menjalani kehidupan dan lebih memilih akhirat

وَ مَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗ وَلَـلدَّا رُ الْاٰ خِرَةُ خَيْرٌ لِّـلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ

Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 32)

Negeri akhirat adalah tempat yang aman dan nyaman bagi kaum muslimin untuk menikmati berbagai macam jenis kenikmatan tanpa batas.

5. Kajian Tafsir Ibnu Katsir tentang orang orang yang kufur dan suka membanggakan diri
Al-Humazah, ayat 1-9
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ (1) الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ (2) يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ (3) كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ (4) وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ (5) نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ (6) الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ (7) إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ (8) فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ (9)

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya dan mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Hutamah. Dan tahukan kamu apakah Hutamah itu? (Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedangkan mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

Al-hammaz dan al-lammaz, bedanya: Kalau yang pertama melalui ucapan, sedangkan yang kedua melalui perbuatan. Makna yang dimaksud ialah tukang mencela orang lain dan menjatuhkan mereka. Penjelasan mengenai maknanya telah disebutkan di dalam tafsir firman-Nya:

هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur hasutan. (Al-Qalam:11)

 

Tinggalkan Balasan

Search