Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Sudah beberapa hari kita menjalani ibadah puasa. Kita ditempa dalam madrasah kesabaran. Ada satu hal yang sangat istimewa dalam puasa: Puasa adalah ibadah yang paling rahasia. Salat bisa terlihat. Sedekah bisa diketahui orang. Haji bisa disaksikan banyak manusia.
Tetapi puasa? Tidak ada yang benar-benar tahu kecuali kita dan Allah SWT. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman:
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Mengapa puasa begitu istimewa? Karena puasa melatih kejujuran.
Bayangkan…
Saat kita sendirian di rumah.
Tidak ada orang yang melihat. Air ada di depan mata. Makanan tersedia. Kita bisa saja minum tanpa ada yang tahu. Tapi kita tidak melakukannya.
Mengapa? Karena kita yakin Allah melihat.
Inilah hakikat taqwa. Merasa diawasi oleh Allah meski tidak ada manusia yang melihat.
Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan puasa adalah taqwa., dan taqwa itu lahir dari kejujuran.
Hari kelima ini mari kita bertanya pada diri sendiri,
Apakah kita sudah jujur dalam puasa kita?
Jujur menahan lisan dari ghibah.
Jujur menahan mata dari hal yang haram.
Jujur menahan hati dari prasangka buruk.
Karena bisa jadi perut kita berpuasa, tetapi lisan kita masih berdusta. Tubuh kita menahan lapar, tetapi hati kita masih penuh iri
Rasulullah SAW bersabda;
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)
Ikhwan Fillah..
Puasa hari kelima ini adalah momentum untuk memperbaiki integritas diri. Menjadi pribadi yang sama baiknya ketika sendiri maupun ketika di depan orang banyak.
Jika kita mampu jujur dalam puasa, insyaAllah kita akan mampu jujur dalam pekerjaan. Jujur dalam amanah. Jujur dalam kehidupan.
Mari kita berdoa kepada Allah SWT.
“Ya Allah, jadikan puasa kami puasa yang jujur. Jauhkan kami dari dusta, dari riya’, dari kemunafikan. Tanamkan dalam hati kami rasa selalu diawasi oleh-Mu. Dan jadikan Ramadhan ini pembentuk karakter taqwa dalam diri kami.”
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Semoga hari kelima ini menjadikan kita lebih jujur, lebih bersih, dan lebih dekat kepada Allah. (*)
