PWM Kaltim Perkuat Transformasi Digital Lewat Bimtek dan ToT Aplikasi SatuMu

PWM Kaltim Perkuat Transformasi Digital Lewat Bimtek dan ToT Aplikasi SatuMu
www.majelistabligh.id -

Digitalisasi administrasi organisasi Muhammadiyah di Kalimantan Timur memasuki babak baru dengan digelarnya Bimtek dan ToT aplikasi SatuMu.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Training of Trainer (ToT) aplikasi SatuMu pada Ahad (18/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Sawit, Samarinda, dan diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari ketua dan sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Kalimantan Timur, operator PDM, unsur Majelis Pustaka dan Informatika (MPI) PDM, serta LPCR dan PM PDM.

Bimtek dan ToT ini merupakan bagian dari ikhtiar serius Muhammadiyah Kaltim dalam mewujudkan transformasi digital organisasi yang terintegrasi, sistematis, dan berkelanjutan. Aplikasi SatuMu dirancang sebagai sistem penghimpun dan validasi data jamaah serta struktur organisasi Muhammadiyah dari tingkat ranting hingga pusat.

Ketua PWM Kalimantan Timur, KH Siswanto, dalam sambutannya menegaskan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci utama keberhasilan transformasi digital.

“Melalui Bimtek ini, verifikator dan agen SatuMu diharapkan semakin memahami cara menggunakan sistem dengan baik sehingga pengelolaan data dapat dilakukan secara akurat dan efektif,” ujarnya.

Menurut KH Siswanto, kesadaran digital di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah harus terus dibangun agar organisasi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia menekankan bahwa data yang akurat, lengkap, dan mutakhir sangat menentukan kualitas pengambilan keputusan organisasi di semua tingkatan.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Tim SatuMu Majelis Pustaka dan Informatika Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tim tersebut dipimpin langsung oleh Muhammad Amir Nasrullah, Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah, yang memberikan pemaparan teknis sekaligus strategis terkait implementasi SatuMu.

Dalam paparannya, Muhammad Amir Nasrullah menjelaskan,  SatuMu bukan sekadar aplikasi pendataan, melainkan ekosistem layanan digital Muhammadiyah yang menopang penguatan dakwah, kaderisasi, dan pelayanan umat. “SatuMu menjadi pintu masuk integrasi berbagai layanan digital Muhammadiyah agar berjalan selaras dan saling menguatkan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua MPI PP Muhammadiyah, Prof. Muchlas Arkanudin, menyampaikan keynote speech secara daring. Ia menekankan pentingnya keseriusan seluruh struktur organisasi dalam mendukung satu data Muhammadiyah. Menurutnya, konsistensi dalam pendataan merupakan fondasi penting bagi organisasi modern yang berkemajuan.

Ketua LPCR dan PM PWM Kaltim, Taufik, turut memberikan tanggapan bahwa keberhasilan implementasi SatuMu sangat bergantung pada peran aktif cabang dan ranting.

“Cabang dan ranting adalah garda terdepan pendataan jamaah. Dengan kolaborasi dan kesadaran kolektif, SatuMu akan menjadi instrumen strategis penguatan organisasi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PWM Kaltim berharap SatuMu dapat diimplementasikan secara optimal di seluruh daerah, sehingga Muhammadiyah memiliki basis data yang valid dan terintegrasi sebagai pijakan gerakan dakwah dan pelayanan umat di era digital. (ay.1)

 

Tinggalkan Balasan

Search