Rahasia Percakapan Surga dan Neraka
Yang jarang diketahui, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Surga dan Neraka berselisih, Neraka berkata: ‘Padaku tempat orang-orang sombong dan angkuh’, Surga berkata: ‘Padaku orang-orang lemah dan miskin’, maka Allah berfirman kepada Surga: ‘Engkau adalah rahmat-Ku; denganmu Aku merahmati siapa yang Aku kehendaki’, dan kepada Neraka: ‘Engkau adalah azab-Ku; denganmu Aku mengalah siapa yang Aku kehendaki.’ Dan keduanya pasti akan dipenuhi.”
(HR Muslim no. 2846)
“Dikisahkan, dua alam yang tak pernah disentuh mata manusia, pernah saling menatap dalam senyap keabadian: Surga–selembut bisik rahmat, dan Neraka–segagah bayang keadilan.
Di hadapan Allah, keduanya berbicara seperti dua rahasia yang membuka diri kepada Sang Pemiliknya. Neraka mengabarkan tentang dada-dada yang membusung, tentang hati yang merasa tinggi walau dicipta dari tanah, sedangkan Surga mengadu lirih tentang jiwa-jiwa yang berjalan tertunduk, yang dipandang kecil oleh manusia, namun besar di sisi Allah, lalu Allah menyingkapkan hakikat yang menggigilkan jiwa:
Bahwa Surga bukan sekedar tempat, tetapi nafas kasih-Nya, dan Neraka bukan sekedar api, melainkan tegaknya keadilan-Nya. Dan manusia–engkau, aku, kita–sedang berjalan menuju salah satu panggilan itu, meski sering tanpa sadar, tanpa suara, tanpa tanda.
Betapa halus ujung perjalanan ini, kadang ditentukan oleh sebutir kesombongan yang kita biarkan hidup, atau oleh sepotong kerendahan hati yang kita peluk di tengah gelap.”
(Shahih Muslim, dalam Al-Jannah wa Shifatu Na’imiha wa Ahliha)
Barakallahu fiikum.
