Rekam Jejak

Rekam Jejak
*) Oleh : Abdul Mu'ti
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah; Sekretaris Umum PP. Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Rekam jejak (track record) adalah catatan perjalanan kehidupan seseorang, organisasi, perusahaan, lembaga negara, dan sebagainya. Dari rekam jejak tersebut diketahui tonggak-tonggak penting dalam perjalanan kehidupan, keberhasilan, kegagalan, kekurangan, dan kelebihan. Rekam jejak ada yang tertulis dalam buku memoar, biografi, dan dokumen lainnya. Rekam jejak dapat berupa bangunan, benda-benda, foto, dan artifak kebudayaan. Banyak juga rekam jejak yang tidak tertulis, hanya menjadi cerita lisan. Di era digital, ada jejak digital yang berisi rekaman percakapan yang terekam dalam beragam platform digital seperti WhatsApp, instagram, email, youtube, dan lain-lain.

Rekam jejak juga berarti legasi, jasa-jasa yang bermakna dan bermanfaat lintas generasi, sepanjang masa. Nabi Ibrahim alaihi al-salam berdoa: “Ya Allah berilah aku ilmu, masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang salih, jadikanlah aku buah bibir yang baik bagi (generasi) mendatang, dan masukkanlah aku ke surga an-naim (Qs. Asy-Syuara [26]: 83-85).

Allah mengabulkan doa-doa Nabi Ibrahim. Allah menganugerahi Nabi Ibrahim keturunan yang salih, Nabi Ismail dan Nabi Ishaq. Kota Mekah, ibadah haji, dan semua peninggalan Nabi Ibrahim di sekitar Ka’bah adalah jejak sejarah yang ditinggalkan Nabi Ibrahim. Namanya disebut oleh bermilyar muslim dalam selamat salawat semua salat.

Harimau mati meninggalkan belang. Gajah mati meninggalkan gading. Pepatah Melayu tersebut mengandung pesan bahwa hidup manusia bukan sekedar catatan waktu. Hidup di dunia sangatlah singkat, seperti musafir yang hanya numpang lewat. Tetapi, hidup yang singkat itu harus bermakna bagi sebesar-besarnya umat manusia dan alam semesta.

Suatu saat seorang sahabat menunjukkan dengan bangga namanya tertulis sebagai salah seorang yang memvalidasi dan memverifikasi (tashih) Al-Qur’an. Sambil menunjuk namanya ia mengatakan kepada penulis: “Saya tidak mewariskan harta untuk anak-cucu saya. Kepada mereka saya wariskan nama sebagai pen-tashih Al-Qur’an.” Sungguh mulia.

Manusia akan dikenang, memiliki legasi apabila selama hidup senantiasa berbuat baik, memberikan yang terbaik, menanam budi. Jejak kebaikan itu tertulis dalam sejarah hidup keluarga, bangsa, dan umat manusia. Yang lebih utama tercatat oleh Malaikat Raqib dan Malaikat Atid: “Tidak ada kata yang diucapkan melainkan di sisinya ada malaikat pengawas yang selalu siap mencatat (Qs. Qaf [50]: 18). Itulah catatan yang akan mengantarkan manusia ke surga atau neraka.

Ayat-ayat tentang puasa (Qs..Al-Baqarah [2]: 183-189) di tutup dengan lafaz “la ‘alla” yang dalam bahasa Arab berarti harapan yang realistis, permohonan yang (sangat) mungkin terkabul. Semoga menjadi orang-orang yang bertakwa (183), semoga menjadi orang-orang yang bersyukur (185), semoga menjadi orang-orang yang memperoleh kebenaran (186), dan semoga menjadi orang-orang yang beruntung, menang, sukses (189).

Ramadan adalah bulan kebaikan. Bulan yang di dalamnya kita menanam budi, berbuat yang terbaik. “Barangsiapa yang dengan ketulusan hati mengerjakan kebaikan, maka itu lebih baik baginya (Qs. Al-Baqarah [2]:184). Semoga semua ibadah dan amal salih selama hidup, terutama di bulan Ramadan, menjadi track record yang baik di dunia dan di akhirat. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search