Sikap Positif Menjalani Hidup dalam Islam

Sikap Positif Menjalani Hidup dalam Islam
*) Oleh : Suharto Fauzan
Simpatisan Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Hidup tidak selamanya mulus. Kadang kita merasa senang, namun tak jarang kita menghadapi tantangan yang melelahkan. Dalam Islam, sikap positif bukan sekadar “berpikir baik”, melainkan sebuah bentuk ibadah dan bukti kepercayaan kita kepada Allah SWT.

Bagaimana cara membangun sikap positif tersebut? Berikut ada beberapa sikap yang bisa kita pilih, antara lain:
1. Husnudzon (Berprasangka Baik kepada Allah)
Langkah pertama untuk hidup tenang adalah percaya bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik, meskipun saat ini terasa berat. Jika kita yakin ada hikmah di balik setiap kejadian, hati akan jauh lebih tenang. Firman Allah SWT, “Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku…” (HR. Bukhari & Muslim).

2. Selalu Bersyukur (Gratitude)
Sikap positif lahir dari hati yang fokus pada apa yang dimiliki, bukan apa yang hilang. Dengan bersyukur, hal yang sedikit akan terasa cukup, dan yang cukup akan terasa nikmat. Hal ini bisa kita baca pada ayat Al-Qur’an: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu…” (QS. Ibrahim: 7).

3. Sabar dan Pantang Menyerah
Sabar bukan berarti diam dan pasrah, melainkan tetap bergerak positif di tengah kesulitan. Islam mengajarkan bahwa setiap kesulitan pasti sepaket dengan kemudahan. Coba lihat ayat Al-Qur’an: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5).

4. Menjaga Ucapan dan Optimisme
Pribadi yang positif dikenal dari tutur katanya. Rasulullah SAW sangat menyukai Al-Fa’lu, yaitu kata-kata baik yang mengandung harapan dan optimisme. Hindari mengeluh berlebihan atau berkata kasar. Hadits Nabi SAW: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari & Muslim).

Menjalani hidup dengan sikap positif dalam Islam artinya menyandarkan segala urusan kepada Allah (Tawakal) setelah kita berusaha maksimal. Dengan begitu, kita tidak akan mudah sombong saat sukses, dan tidak akan hancur saat gagal.

Ingatlah, dunia ini hanyalah tempat mampir sejenak. Jadikan setiap detiknya bernilai dengan cara menjalaninya dengan senyuman dan hati yang bersih.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Search