Menindaklanjuti imbauan resmi Majelis Tabligh bersama Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, SMP Muhammadiyah 17 Surabaya (SPEMJITU) menggelar Salat Istisqa berjamaah pada Kamis (22/10/2026).
Kegiatan spiritual yang berlangsung di lapangan sekolah sejak pukul 08.30 WIB ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian dan ikhtiar batin dalam menghadapi dampak musim kemarau panjang, krisis air bersih, serta maraknya bencana kebakaran hutan di berbagai daerah. Melalui edaran tersebut, PWM Jatim mengimbau seluruh warga Muhammadiyah dan umat Islam secara umum untuk bersatu menengadahkan tangan, memohon rahmat Allah Swt agar menurunkan hujan yang membawa keberkahan.
Sejak pagi, para siswa telah memadati area pelaksanaan dengan tertib dan siap menjalankan ibadah. Meskipun sengatan matahari mulai terasa terik, semangat dan kekhusyukan jamaah sama sekali tidak surut. Mereka tetap ikhlas merapatkan shaf di bawah naungan langit cerah demi memanjatkan doa bersama.
Suasana haru dan khidmat begitu terasa saat rangkaian ibadah dimulai. Lantunan takbir serta istighfar menggema di seluruh penjuru sekolah, mencerminkan empati mendalam dari keluarga besar SPEMJITU terhadap masyarakat yang tengah menguji kesabarannya di tengah krisis kekeringan.
Pelaksanaan Salat Istisqa ini dirangkai sesuai petunjuk syariat, meliputi salat dua rakaat secara berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian khotbah khusus. Dalam khotbah tersebut, khatib mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar, merenungi diri, memperbaiki perbuatan, serta mempererat tali kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang ISMUBA SPEMJITU, Tiara Ayu Ismuhari, S.Hum., menyampaikan bahwa agenda ini tidak hanya sekadar menjalankan instruksi organisasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi karakter yang sangat krusial bagi para peserta didik.
“Kami melaksanakan Salat Istisqa ini sebagai bentuk ketaatan terhadap imbauan pimpinan Muhammadiyah. Di samping itu, momen ini menjadi media pembelajaran langsung untuk mempertebal keimanan siswa, sekaligus menanamkan kesadaran mendalam bahwa segala fenomena alam dan pertolongan hanya datang atas kehendak Allah Swt,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Tiara menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam membentuk fondasi kepribadian siswa yang selaras dengan nilai-nilai utama sekolah.
“SPEMJITU berkomitmen menjadi sekolah berkarakter. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan jiwa religius, kepedulian lingkungan, dan rasa tanggung jawab sosial. Anak-anak tidak hanya dibekali teori di dalam kelas, tetapi juga diajak merasakan langsung bagaimana kekuatan doa dan ikhtiar kolektif untuk kebaikan masyarakat luas,” tegasnya.
Usai pelaksanaan shalat dan doa bersama, para siswa kembali ke ruang kelas dengan membawa perenungan baru. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dan cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual serta kepekaan sosial yang tinggi terhadap kondisi di sekitarnya. || purwanto
