SMP Muhammadiyah 17 Surabaya (SPEMJITU) kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan karakter siswa. Pada Jumat–Sabtu (25–26/9/2026), sekolah tersebut menggelar One Day Boarding School (ODBS) dengan sentuhan baru yang lebih mendalam melalui konsep Pesantren Akhlak.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa putra kelas VII hingga IX. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, SPEMJITU kini memperkuat program ODBS dengan menekankan pola kehidupan santri, penguatan karakter, serta penanaman adab. Langkah ini sejalan dengan tagline kebanggaan sekolah: “Adab di Atas Ilmu.”
Program berbasis Pesantren Akhlak ini menjadi terobosan perdana sejak SPEMJITU berdiri. Suasana kegiatan dirancang menyerupai kehidupan pondok pesantren, mulai dari bangun pagi, salat berjamaah, kajian kitab, hingga rutinitas ibadah harian yang terstruktur.

Ketua Panitia ODBS, Ustadzah Megrifi Primeri, S.Pd. (Ustadzah Meme), menyampaikan bahwa tahun ini program ODBS memang difokuskan pada pembentukan karakter melalui pendekatan pesantren.
“Alhamdulillah, tahun ini kami menjadikan Pesantren Akhlak sebagai ruh dari kegiatan ODBS. Kami ingin anak-anak tidak hanya menyerap ilmu, tetapi juga merasakan langsung kehidupan pesantren yang sarat adab, kedisiplinan, dan kedekatan dengan Allah Swt. Ini adalah ikhtiar kami untuk mencetak generasi yang berilmu sekaligus berakhlak mulia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program ini akan terus dievaluasi dan dikembangkan secara berkesinambungan.
“InsyaAllah program ini berkelanjutan. Kami akan terus membenahi pola pengajaran dan materi agar setiap kegiatan ODBS Pesantren Akhlak semakin baik serta berdampak nyata bagi para siswa,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Bidang ISMUBA SPEMJITU, Ustadzah Tiara Ismuhari, S.Hum., menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran sesi putra ini.
“Alhamdulillah, ODBS sesi putra berjalan dengan lancar. Evaluasi tetap akan kami lakukan agar kegiatan berikutnya membawa dampak yang jauh lebih baik bagi para murid,” tuturnya.
Selama dua hari pelaksanaan, para siswa mengikuti berbagai agenda pembiasaan positif, seperti salat tahajud berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kajian adab, hingga praktik kemandirian dan kesederhanaan khas kehidupan pondok.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat namun tetap menyenangkan. Para siswa tampak antusias, terutama saat mengikuti sesi praktik adab sehari-hari dan diskusi kelompok mengenai penerapan akhlak dalam kehidupan nyata.
Setelah sukses menggelar sesi putra, ODBS Pesantren Akhlak akan dilanjutkan untuk sesi putri yang dijadwalkan pada akhir November mendatang. Kegiatan tersebut rencananya dilaksanakan di lokasi yang sama, yaitu dua gedung SMP Muhammadiyah 17 Surabaya. || purwanto
