Suara Langit Dalam Aksi Bumi: Demonstrasi sebagai Ibadah

Suara Langit Dalam Aksi Bumi: Demonstrasi sebagai Ibadah
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

“God loves those who intervene to help others. Demonstrations are proof that we care about His creation”
“(Tuhan mencintai mereka yang turun tangan membantu sesama. Demonstrasi adalah bukti kita peduli pada ciptaan-Nya)”

​Demonstrasi bukan sekadar kerumunan, melainkan pengejawantahan Hifdzul ‘Aql (menjaga akal) agar tetap kritis terhadap kezaliman. Islam menjamin kebebasan berpendapat sebagai jalan menjaga martabat manusia. Sebagaimana firman Allah,
لَّا يُحِبُّ ٱللَّهُ ٱلْجَهْرَ بِٱلسُّوٓءِ مِنَ ٱلْقَوْلِ إِلَّا مَن ظُلِمَ …..
Artinya:
​”Allah tidak menyukai perkataan buruk (yang diucapkan) secara terang-terangan kecuali oleh orang yang dizalimi….” (Qs. An-Nisa: 148).

​Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini memberi ruang bagi kaum tertindas untuk menyuarakan ketidakadilan.

Dalam hadis, Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ
Artinya:
Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata yang baik) di hadapan penguasa yang zalim.” (HR. Abu Daud No. 4344, Tirmidzi No. 2174, Ibnu Majah No. 4011)

Hadis menegaskan bahwa menyampaikan kebenaran atau keadilan kepada pemimpin yang zalim adalah bentuk jihad paling mulia. Ini mencakup memberi nasihat dengan cara yang baik, santun, dan tanpa mengumbar aib di depan umum.

​Maka, demo yang santun tanpa anarki adalah ibadah. Sesuai kaidah ushul fiqih, tujuannya adalah Dar’u Al-mafasid, mencegah kerusakan yang lebih besar demi maslahat umat.

Jadikan suaramu nasihat yang membangun, bukan hujatan yang merusak. Karena di balik poster yang kau angkat, ada pahala bagi mereka yang berani meluruskan penyimpangan.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search