Sudahkah Engkau Mengevaluasi Pekerjaanmu Hari Ini?

Sudahkah Engkau Mengevaluasi Pekerjaanmu Hari Ini?
*) Oleh : Bahrus Surur-Iyunk
Pengais Hikmah dan Kebajikan di dan dari mana saja, tinggal di Sumenep
www.majelistabligh.id -

Dulu, ada seorang bocah laki-laki masuk ke sebuah toko. Ia mengambil peti minuman dan mendorongnya ke dekat pesawat telepon koin. Lalu, ia naik ke atasnya, sehingga ia bisa menekan tombol angka di telepon dengan leluasa. Ditekannya tujuh digit angka. Si pemilik toko mengamati terus tingkah bocah ini dan menguping percakapan teleponnya. “Ibu, bisakah saya mendapat pekerjaan memotong rumput di halaman Ibu?”

Ibu yang berada di ujung telepon itu menjawab, “Saya sudah punya orang untuk mengerjakannya”.

Bocah itu lalu menimpali lagi, “Ibu bisa bayar saya setengah upah dari orang itu”.

“Saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu,” kata ibu pemilik rumah itu.

Dengan sedikit memaksa bocah itu mengatakan, “Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar Ibu dan saya jamin di hari Minggu halaman rumah Ibu akan jadi yang tercantik di antara rumah-rumah yang berada di kompleks perumahan ibu”.

“Tidak, terima kasih,” ibu itu menyatakan.

Dengan senyuman di wajahnya, bocah itu menaruh kembali gagang telepon. Si pemilik toko, yang sedari tadi mendengarkan, menghampiri bocah itu, “Nak, aku suka sikapmu, semangat positifmu, dan aku ingin menawarkanmu pekerjaan.”

“Tidak. Makasih,” jawab anak itu.

Pemilik toko itu menimpali, “Tapi tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan”.

Bocah itu kemudian mengatakan, “Oh, itu, Pak. Saya cuma mau mengecek apa kerjaan saya sudah bagus. Sayalah yang bekerja untuk Ibu tadi!”

Itulah hebatnya si bocah dalam mengevaluasi pekerjaannya. Dan sebaiknya semua orang pun mengevaluasi tentang apa yang telah dikerjakan di masa sebelumnya. Bisa hari kemarin, minggu kemarin, bulan kemarin dan tidak harus menunggu tahun kemarin.

Waktu itu seperti sungai yang airnya mengalir deras secara terus-menerus. Air yang sudah berlalu dari hadapan kita tidak bisa disentuh kembali untuk yang kedua kalinya. Semua mengalir begitu saja dan akan terus berlalu, tidak akan pernah kembali. Begitulah hidup dan kehidupan yang kita lakukan selama ini.

Islam itu agama yang sensitive dengan evaluasi pekerjaan dan seluruh perbuatan yang dilakukan. Dalam QS. Al-Hasyr: 12 dengan jelas menyatakannya. Begitu juga sabda Rasulullah. Orang yang ingin beruntung maka “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Dan hari esok juga harus lebih baik dari hari ini”, agar tidak menjadi orang yang merugi dan celaka. Wallāhu a’lamu.

Tinggalkan Balasan

Search