SD Muhammadiyah 18 Surabaya menggelar kegiatan Tahfidz Camp sebagai program pengisian liburan akhir tahun sekaligus upaya meningkatkan hafalan Al-Qur’an bagi para siswa. Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari, mulai 22 hingga 28 Desember 2025, bertempat di eLKISI Edupark, Mojokerto.
Tahfidz Camp ini didampingi oleh para asatidzah, yakni Ust. Rozi, Ustadzah Erin, dan Ustadzah Febri, dengan dukungan mahasiswa Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Jawa Timur. Selama kegiatan, mahasiswa ADI Jatim bertugas mendampingi hafalan, murajaah, menerima setoran hafalan, menyiapkan kebutuhan peserta, serta mengenalkan lingkungan dan sistem pendidikan di Pesantren eLKISI.

Hasil yang dicapai peserta terbilang menggembirakan. Selama mengikuti camp, peserta mampu menambah hafalan yang bervariasi, mulai dari 5 halaman, 10 halaman, hingga lebih dari 1,5 juz atau sekitar 15 halaman. Capaian ini dinilai sangat positif mengingat sekolah tidak menetapkan target hafalan yang tinggi.
Perwakilan wali murid menyampaikan, hasil hafalan anak-anak sangat beragam. Ada yang mampu menambah tiga surat di Juz 29, ada yang menghafal dari Surat Al-Haqqah hingga Al-Baqarah, ada pula yang berhasil menambah setengah juz dan capaian lainnya. Menurut wali murid, tujuan utama kegiatan ini adalah agar anak-anak merasa senang, mengisi liburan dengan kegiatan bermanfaat, serta mengenal lingkungan pesantren sejak dini.
“Alhamdulillah, dari hasil daurah kemarin ada sebagian siswa-siswi yang menyatakan keinginan untuk melanjutkan belajar di Pesantren eLKISI kelak setelah lulus SD,” ungkap salah satu wali murid.
Selain fokus pada hafalan Al-Qur’an, kegiatan Tahfidz Camp juga dikemas secara menyenangkan. Di sela-sela menghafal, peserta diajak mengikuti berbagai aktivitas seperti game edukatif, tadabbur alam, berenang, serta tur keliling lingkungan pesantren pada hari ketujuh.
Kegiatan tersebut dilengkapi dengan pos-pos pemberhentian yang berisi permainan menarik untuk menambah semangat dan kebahagiaan anak-anak.
Salah satu pendamping menyampaikan kesan mendalam selama kegiatan. “Ini pengalaman yang luar biasa bisa mendampingi anak-anak selama 24 jam penuh selama tujuh hari, dengan berbagai keluh kesah dan kehebohan mereka yang luar biasa,” ujarnya.
Para wali murid mengaku sangat puas. “Dengan biaya yang sangat terjangkau, kami mendapatkan pelayanan yang luar biasa. Alhamdulillah semua senang, dan harapannya kegiatan seperti ini bisa istiqamah serta diikuti lebih banyak siswa di masa mendatang,” pungkas salah satu wali murid. (hawari)
