Tingkatkan Kualitas Kelas Internasional, Tiga Guru SD Musix Ikuti Pelatihan Cambridge di Malang

Tiga di tengah: utusan SD Musix, Ustazah Rizki Handayani, S.Pd., Ustazah Meilani Fara Atika, S.Pd., dan Ustaz Ramadhana Al Fikri Bin Zahid, S.Pd. Gr. Ikuti Pelatihan Cambridge di Malang. (ist)
www.majelistabligh.id -

SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kurikulum internasional. Kali ini, sekolah yang dikenal dengan program unggulannya tersebut mengutus tiga gurunya untuk mengikuti kegiatan bertajuk “Advancing Content Mastery, Pedagogical Excellence, and Technology Integration in ICP Classrooms”.

Kegiatan intensif ini diselenggarakan oleh UPT Sekolah Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) dan berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Ahad (24–26 April 2026), bertempat di Savana Hotel & Convention Malang.

Sinergi Sekolah Cambridge se-Indonesia

Pelatihan ini menjadi ajang strategis karena diikuti oleh pendidik dari berbagai daerah seperti Ponorogo, Malang, Surabaya, Sidoarjo, hingga Palembang, Sumatera Selatan. Seluruh peserta merupakan bagian dari jaringan sekolah yang tergabung dalam UM Cambridge Center.

Tiga utusan dari SD Musix adalah Ustadzah Rizki Handayani, S.Pd. (Guru kelas 1-ICP1), Ustadzah Meilani Fara Atika, S.Pd. (Guru Kelas 1-ICP2), dan Ustadz Ramadhana Al Fikri Bin Zahid, S.Pd. Gr. (Guru Kelas 5-ICP).

Selama kegiatan, para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari pakar pendidikan, di antaranya Dr. Dahliatul Hasanah, Dr. M. Muchson, dan Dr. Santi Irawati. Materi yang disampaikan mencakup penyusunan perangkat pembelajaran yang komprehensif, mulai dari pembuatan worksheet, lesson plan, sistem evaluasi, hingga sesi microteaching untuk mematangkan aspek pedagogi guru.

Target dan Harapan Pasca Pelatihan

Kepala Urusan Sumber Daya Insani (SDI) SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya, Puspitawati, S.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa pengiriman delegasi ini bertujuan untuk mengasah keterampilan mengajar guru di International Class Program (ICP).

“Target kami adalah agar para guru mampu mendesain pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual (Fun and Contextual Learning). Selain itu, ini adalah momentum penting untuk melakukan best practice serta berbagi ilmu dengan sekolah-sekolah berstandar Cambridge di seluruh Indonesia,” ujar Puspitawati.

Senada dengan hal tersebut, salah satu delegasi SD Musix, Ustadz Ramadhana Al Fikri Bin Zahid, S.Pd., Gr. menekankan pentingnya membangun ekosistem bahasa di lingkungan sekolah. Ia menyoroti teknik translanguaging sebagai solusi efektif mengatasi hambatan bahasa di kelas.

Translanguaging is certainly a good point to address language barriers in the classroom, but the essence of language itself is habit. Therefore, I hope all my colleagues are willing to foster an ‘ICP’ atmosphere during their professional hours.”

“Penggunaan berbagai bahasa (translanguaging) tentu merupakan poin yang bagus untuk mengatasi hambatan bahasa di dalam kelas, namun hakikat dari bahasa itu sendiri adalah pembiasaan (habituasi). Oleh karena itu, saya berharap seluruh rekan sejawat berkenan untuk menghadirkan suasana ‘ICP’ (International Class Program) selama waktu profesional mereka,” harap Ustaz Fikri.

Dengan partisipasi aktif dalam pelatihan ini, SD Musix diharapkan semakin kokoh dalam mengintegrasikan teknologi dan keunggulan pedagogi guna mencetak generasi yang siap bersaing di level global. || Munahar

 

Tinggalkan Balasan

Search