Tradisi Sedekah: Upaya Mendekatkan Diri kepada Allah di Akhir Ramadan

Tradisi Sedekah: Upaya Mendekatkan Diri kepada Allah di Akhir Ramadan
*) Oleh : Dr. Slamet Muliono Redjosari
Wakil Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur
www.majelistabligh.id -

Akhir Ramadan adalah waktu yang paling dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selain sebagai waktu untuk memperbanyak ibadah, akhir Ramadan juga menjadi waktu untuk memperbanyak sedekah dan berbagi dengan sesama. Di Masjidil Haram, tradisi sedekah ini terlihat jelas dilakukan oleh berbagai kalangan.

Mengalir Tradisi Sedekah

Di Masjidil Haram, tradisi sedekah ini terlihat jelas dilakukan oleh berbagai kalangan. Orang tua, dewasa, remaja, dan bahkan anak-anak semua terlibat dalam kegiatan sedekah ini. Mereka membagikan berbagai macam sedekah, mulai dari kurma, air, kue, nasi Mandhi, hingga minuman kopi dan teh panas.

Orang tua terlihat membagikan roti, kurma dan air secara cuma-cuma kepada orang-orang terdekatnya. Mereka ingin memberikan yang terbaik kepada orang lain, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Sementara itu, orang dewasa membagikan nasi Mandhi dengan kotakan yang di dalamnya ada lauk ayam atau daging.

Bahkan mereka juga membagi naget, kentang yang Mereka sengaja beli untuk dibagikan kepada orang yang duduk di sekitarnya. Mereka ingin memberikan makanan yang lezat dan bergizi kepada orang lain.

Remaja juga tidak ketinggalan dalam kegiatan sedekah ini. Mereka menjajakan minuman kopi dan teh panas dengan berkeliling ke beberapa shaf. Mereka ingin memberikan minuman yang hangat dan menyegarkan kepada orang lain, terutama mereka yang sedang berbuka.

Kepedulian kepada Tamu Allah

Tidak hanya di dalam masjid, tradisi memberi kurma dan air juga dilakukan di jalanan sebelum masuk pelataran Masjidil Haram. Para jamaah yang berjalan menuju masjid atau keluar masjid bisa mengambilnya secara gratis.

Ini adalah bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada tamu Allah yang datang ke Haramain Syarifain.

Pemerintah juga tidak ketinggalan dalam memberikan pelayanan kepada jamaah. Dalam umrah Ramadhan ini, pemerintah menyediakan fasilitas bis gratis yang mengantarkan dan membawa pulang jamaah ke hotel. Hal ini merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian terhadap tamu Allah yang datang ke Haramain Syarifain.

Tradisi sedekah ini tidak hanya dilakukan oleh individu, tapi juga oleh kelompok. Ibu-ibu juga berbagi kotakan kurma yang sangat enak dan mahal kepada jamaah. Mereka ingin memberikan yang terbaik kepada orang lain dan membuat mereka senang.

Semoga kita semua dapat mengikuti jejak mereka dan menjadi orang yang suka bersedekah dan berbagi dengan sesama, sehingga kita dapat mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan keberkahan-Nya.

Masjidil Haram, 14 Maret 2026

 

Tinggalkan Balasan

Search