Umar Bin Khattab: Sang Singa Padang Pasir yang Adil

Umar Bin Khattab: Sang Singa Padang Pasir yang Adil
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”Confidence is the calm in the midst of the storm. Be strong so you won’t be oppressed, but be gentle so you won’t be oppressed”
“(Keyakinan adalah ketenangan di tengah badai. Jadilah kuat agar tidak tertindas, namun jadilah lembut agar tidak menindas)”

​Umar bin Khattab adalah simbol keberanian yang menggetarkan batil. Dijuluki Al-Faruq, sang pembeda antara hak dan sesat, ia adalah singa padang pasir yang ketegasannya membuat setan enggan berpapasan jalan. Namun, di balik perawakannya yang perkasa, Umar memiliki hati yang sangat lembut terhadap kaum dhuafa.

Kepemimpinannya membuktikan bahwa kekuatan sejati bukan untuk menindas, melainkan untuk menegakkan keadilan. Ia adalah pemimpin yang memilih terjaga di malam hari agar rakyatnya bisa tidur nyenyak, membawa beban gandum di pundaknya sendiri demi memastikan tak ada perut yang lapar. Allah SWT berfirman,
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ ٱللَّهِ ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ
Artinya:
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka…” (Qs. Al-Fath :29)

Ayat ini menyiratkan karakter para sahabat, termasuk Umar bin Khattab, yang memiliki ketegasan dalam prinsip dan akidah, namun penuh empati serta kasih sayang terhadap sesama mukmin.

Dalam hadis, Dari Ibnu Umar, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda,
إِنَّ اللَّهَ جَعَلَ الْحَقَّ عَلَى لِسَانِ عُمَرَ وَقَلْبِهِ “، وَقَالَ ابْنُ عُمَرَ: مَا نَزَلَ بِالنَّاسِ أَمْرٌ قَطُّ فَقَالُوا فِيهِ، وَقَالَ: فِيهِ عُمَرُ، أَوْ قَالَ: ابْنُ الْخَطَّابِ فِيهِ شَكَّ خَارِجَةُ إِلَّا نَزَلَ فِيهِ الْقُرْآنُ عَلَى نَحْوِ مَا قَالَ عُمَرُ
Artinya:
Sesungguhnya Allah telah meletakkan kebenaran pada lisan dan hati Umar”. Ibnu Umar berkata: “Tidaklah terjadi satu perkara pada manusia yang kemudian mereka berpendapat padanya, dan Umar pun berpendapat padanya pula atau ia berkata : Ibnul-Khaththaab berpendapat padanya pula (Khaarijah mengalami keraguan) kecuali Al-Qur’an turun pada perkara tersebut semisal apa yang dikatakan oleh Umar. ” (HR.At-Tirmidziy, 6/57 No. 3681)

Hadis ini menegaskan bahwa keberanian Umar selalu dibimbing oleh petunjuk ilahi.
Hadis ini juga menjadi dasar bagi umat Islam untuk menghormati ijtihad dan ketegasan Umar bin Khattab dalam membedakan antara yang hak (benar) dan yang bathil (salah), sehingga ia dijuluki sebagai Al-Faruq.

​Umar bin Khattab mengajarkan bahwa keberanian tanpa keadilan adalah kelaliman, sedangkan keadilan tanpa keberanian adalah kelumpuhan. Ia adalah teladan abadi tentang bagaimana kekuasaan seharusnya digunakan untuk melayani, bukan dilayani.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search