Dalam semangat memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Desa Campurejo Panceng Gresik menyelenggarakan karnaval yang sangat meriah, Selasa (26/8/2925). Karnaval ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan, organisasi pemuda, RT dan pedukuhan.
Kegiatan ini berlangsung dengan meriah dan penuh warna. Salah satu peserta yang berhasil menyita perhatian adalah kontingen dari MI Muhammadiyah 2 Campurejo yang tampil dengan kostum padanan pakaian adat Padang.
Ratusan penonton yang memadati sepanjang rute karnaval terpukau dengan penampilan para siswa kelas 3 MI Muhammadiyah 2 Campurejo (MI Mutwo) yang mengenakan pakaian padang secara lengkap dan detail.
Perempuan tampil anggun dengan baju kurung berwarna merah cerah yang dipadukan dengan kain songket bermotif indah, serta tengkuluk tandu (penutup kepala khas Bundo Kanduang) yang menjadi simbol kehormatan dan kearifan perempuan Minang.
Sementara itu, yang laki-laki tampil gagah dengan baju denga warna yang sama, dilengkapi saluak (ikat kepala khas), serta sesamping (kain samping) yang menambah kesan majestic.
Kepala Sekolah MI Muhammadiyah 2 Campurejo, Nurkhan, menyampaikan bahwa pemilihan pakaian adat Padang ini bukan tanpa alasan.
“Kami sengaja memilih pakaian adat Padang untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang keragaman budaya Indonesia. Ini adalah bentuk nyata dari pengamalan Bhinneka Tunggal Ika, di mana kita menghargai dan mempromosikan budaya daerah lain, tidak hanya budaya Jawa yang dekat dengan keseharian mereka,” ujarnya penuh semangat.
Dia juga menambahkan, persiapan karnaval ini memakan waktu sekitar dua minggu, di mana para guru dan orang tua bekerja sama menyiapkan kostum dan aksesori agar tampil sempurna.
“Kami berusaha menampilkan yang terbaik, mulai dari pemilihan kain, motif songket, hingga detail aksesori. Semua ini agar anak-anak bisa belajar sekaligus bangga menjadi bagian dari Indonesia yang kaya budaya,” tambahnya.
Antusiasme dan kebanggaan jelas terpancar dari raut wajah para siswa. Ajeng, salah satu peserta dari kelas tinggi, dengan ceria berbagi pengalamannya. “Awalnya agak berat pakai tengkuluknya, tapi senang sekali karena banyak yang bilang kami cantik dan elegan. Tadi banyak juga yang berfoto dengan kami,” ujarnya sambil tersenyum.
Sementara itu, Moh. Al-Fatih menuturkan kebanggaannya bisa mengenakan pakaian adat yang gagah ini. “Seru sekali, rasanya seperti jadi pemimpin atau penghulu. Senang bisa ikut memeriahkan hari kemerdekaan dengan cara yang berbeda,” katanya.
Karnaval HUT ke-80 RI di Desa Campurejo berjalan lancar dan sukses menyedot perhatian ribuan warga. Rute karnaval yang membentang sepanjang Jalan Utama Desa Campurejo dipadati oleh penonton yang antusias menyaksikan setiap kontingen yang lewat. Penampilan kontingen MI Muhammadiyah 2 Campurejo tidak hanya menjadi hiburan visual, tetapi juga menjadi medium edukasi bagi masyarakat tentang keindahan dan keunikan budaya Minangkabau.
Kepala Desa Campurejo, Amudi, S.Pd, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi seluruh peserta, termasuk MI Mutwo.
“Kami sangat mengapresiasi kreativitas dan usaha semua peserta, termasuk anak-anak dari MI Muhammadiyah 2 yang tampil dengan konsep yang kuat dan penuh makna. Ini sesuai dengan tema kita tahun ini, yaitu ‘Memperkuat Kebhinekaan, Memaknai Kemerdekaan’,” ujarnya.
Diharapkan, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang seru-seruan semata, tetapi juga dapat menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, persatuan, dan penghargaan terhadap keragaman budaya Indonesia sejak dini. Partisipasi aktif dari generasi muda seperti siswa-siswi MI Muhammadiyah 2 Campurejo menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan terus hidup dan berkembang dalam diri anak bangsa. (nurkhan)
