Sebanyak 867 wisudawan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) resmi dikukuhkan dalam Wisuda VIII Program Diploma, Sarjana, dan Magister di Dome UMLA, Sabtu (26/9/2026). Wisuda tersebut dirangkaikan dengan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Tenaga Kesehatan.
Prosesi wisuda tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan tamu penting, di antaranya Anggota Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fitri Arofiati, S.Kep, Ns, MAN, PhD, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Diah Sawitri, MM yang hadir secara online , Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM.
Sedangkan Bupati Lamongan diwakili oleh Dr. H. Shodikin, MPd. selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, serta jajaran Badan Pembina Harian (BPH) UMLA dan seluruh Civitas akademika Universitas Muhammadiyah Lamongan. Kehadiran para pimpinan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pengembangan UMLA..
Pesan Ketua PWM Jatim
Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof Sukadiono, MM. menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati UMLA yang telah menyelesaikan pendidikan.
“Hari ini saya menghadiri kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Tenaga Kesehatan serta Wisuda VIII Diploma, Sarjana, dan Magister Universitas Muhammadiyah Lamongan,” ujarnya.
Prof. Sukadiono berharap proses pendidikan yang telah ditempuh para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik. Ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama berada di bangku kuliah diharapkan dapat menjadi bekal untuk berkarya sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga ilmu yang telah diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, membawa keberkahan, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.
Menurut Prof. Sukadiono, setelah menyandang gelar akademik, para lulusan memiliki tanggung jawab baru. Mereka akan memasuki lingkungan profesional dan kehidupan masyarakat dengan membawa nama pribadi, keluarga, sekaligus almamater.
Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga kredibilitas dan integritas dalam setiap langkah. Kompetensi yang dimiliki harus berjalan beriringan dengan kejujuran, tanggung jawab, serta komitmen untuk memberikan pelayanan dan kontribusi terbaik sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Pesan tersebut menjadi semakin penting bagi lulusan tenaga kesehatan yang telah mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah. Setelah memasuki dunia profesi, mereka tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus memegang teguh tanggung jawab moral dan profesional dalam menjalankan tugas.
Prof. Sukadiono juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang lulusan tidak semata-mata diukur dari gelar yang diperoleh, tetapi dari sejauh mana ilmu tersebut mampu memberikan manfaat. Lulusan diharapkan mampu menjaga kepercayaan yang diberikan masyarakat dan menunjukkan kualitas diri melalui karya serta pengabdian.
“Jaga nama baik diri, keluarga, dan almamater. Jadilah lulusan yang mampu memberikan manfaat di tengah masyarakat,” pesan tersebut menjadi bagian penting dari harapan PWM Jawa Timur kepada para lulusan UMLA.
Dengan bekal pendidikan yang telah diperoleh, para wisudawan diharapkan mampu melangkah ke dunia kerja dan masyarakat dengan tetap membawa nilai-nilai akademik, profesionalisme, serta semangat pengabdian. (fadel al ahmed valentilano)
