72 Kader Muda Muhammadiyah Siap Digembleng di AMM Zona Dakwah Tapal Kuda

www.majelistabligh.id -

Sebanyak 72 peserta resmi mendaftarkan diri untuk mengikuti Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM) ke-4 Zona Dakwah Tapal Kuda. Para peserta merupakan delegasi dari tujuh daerah di wilayah Tapal Kuda serta perwakilan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah Jawa Timur, termasuk pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jatim.

Agenda yang diinisiasi oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MT PWM) Jawa Timur ini dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Juni 2026, di SD Muhammadiyah 1 Paiton, Kabupaten Probolinggo. Tujuh daerah yang masuk dalam zona Tapal Kuda tersebut meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Jember, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Probolinggo.

Direktur AMM sekaligus Wakil Ketua Majelis Tabligh PWM Jatim, Dr. Sholikh Al Huda, M.Phil.I., menyampaikan bahwa data per 12 Juni 2026 mencatat 72 peserta telah terdaftar. Namun, jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah mengingat waktu pelaksanaan yang menyisakan satu minggu lagi.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan PDM Kabupaten Probolinggo sebagai tuan rumah. Pada intinya, persiapan sudah matang semua, mulai dari ruang acara, penginapan, hingga logistik konsumsi,” ujar pria yang akrab disapa Gus Sholikh ini, usai rapat persiapan akhir AMM di Gedung PWM Jatim, Jumat (12/6/2026).

Gus Sholikh menambahkan, AMM ke-4 dirancang dengan kurikulum yang ketat demi melahirkan kader dakwah yang siap terjun ke masyarakat. Target utamanya adalah mencetak mubaligh yang kokoh secara akidah, ideologi, dan manhaj Muhammadiyah, sekaligus memiliki wawasan keislaman yang berkemajuan serta moderat.

Tiga Kompetensi Utama Lulusan AMM

Secara spesifik, para lulusan AMM ke-4 ditargetkan untuk menguasai tiga kompetensi dasar:

  • Ideologi dan Wawasan: Memiliki pemahaman keislaman dan ke-Muhammadiyah-an yang mengakar kuat.
  • Manajemen dan Komunikasi: Andal dalam tata kelola dakwah serta menguasai teknik khitobah (orasi/retorika) khas Muhammadiyah.
  • Praktik Ibadah: Fasih dan kredibel untuk menjadi imam salat serta khatib Jumat.

Majelis Tabligh PWM Jatim menegaskan bahwa pelatihan ini bukanlah akhir dari proses. Pasca-pelatihan, para peserta wajib menjalankan penugasan dakwah di daerah masing-masing. Laporan hasil dakwah lapangan tersebut nantinya menjadi syarat mutlak kelulusan.

Peserta yang dinyatakan lulus akan menerima sertifikat, mengikuti prosesi wisuda, dan dikukuhkan secara resmi sebagai anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Jatim yang dibuktikan dengan Kartu Anggota KMM. Ke depan, KMM Jatim berkomitmen untuk melakukan pendampingan, pembinaan berkelanjutan, hingga penyaluran para mubaligh ke kantong-kantong dakwah yang membutuhkan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PDM di wilayah Tapal Kuda yang telah mendaftarkan dan merekomendasikan delegasi terbaiknya. Mereka adalah kader-kader ideologis yang siap dididik untuk memimpin umat melalui forum AMM ini,” pungkasnya. || chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search