Wakil Bendahara Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Arif Rifan, mengajak seluruh karyawan PP Muhammadiyah untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam bekerja maupun berkehidupan sehari-hari. Pribadi yang bertakwa akan selalu menjadikan kitab suci sebagai petunjuk untuk menjaga amanah dan profesionalisme.
Pesan tersebut disampaikan Arif dalam Pengajian Bulanan Karyawan bertajuk Etos Kerja Kreatif ala Rasulullah di Aula Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (5/8/2026).
“Persyarikatan kita menyandarkan nama pada Nabi Muhammad saw. Sudah sepatutnya kita sebagai pengikut beliau meneladani dan mengamalkan ajaran-ajarannya dalam setiap amanah pekerjaan,” ujar Arif.
Dalam paparannya, Arif menerangkan empat tugas utama kenabian yang terkandung dalam Surah Al-Baqarah ayat 129 dan 151, Surah Ali Imran ayat 164, serta Surah Al-Jumu’ah ayat 2. Empat prinsip dakwah tersebut meliputi membacakan ayat-ayat Allah, mengajarkan Al-Kitab, mengajarkan hikmah, serta menyucikan jiwa umat.
Menurut Arif, tugas kenabian ini membuktikan bahwa kompetensi dan sifat amanah seseorang harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan yang kuat. Amanah tidak akan berjalan optimal tanpa kapasitas dan pemahaman yang memadai.
“Kompetensi tidak dapat dipisahkan dari pengetahuan. Untuk menjadi pribadi yang amanah dan profesional, seseorang wajib memiliki dasar ilmu yang kokoh,” tegasnya.
Selain memperkuat kompetensi, Arif juga menyoroti pentingnya meluruskan niat dalam bekerja. Merujuk pada Surah Az-Zariyat ayat 56 dan Surah Al-Mulk ayat 2, ia mengingatkan bahwa seluruh muara aktivitas manusia—termasuk pekerjaan—adalah bentuk ibadah dan bagian dari ujian kehidupan (balā’).
Kesadaran bahwa pekerjaan merupakan ujian dari Allah diharapkan mampu membentuk hubungan kerja yang harmonis dan harmonis antara pimpinan dan staf.
“Dengan kesadaran ini, pimpinan akan berlaku bijak dan adil, sementara yang dipimpin akan selalu memilih jalan yang benar,” lanjut Arif.
Sebagai penutup, ia menekankan bahwa kesabaran menjadi bekal utama dalam menghadapi setiap dinamika dan tantangan kerja. Sabar tidak sekadar bertahan dalam kesulitan, tetapi juga konsisten dalam ketaatan dan teguh menjauhi kemaksiatan.
“Fondasi inilah yang perlu kita pegang teguh agar kita mampu menjadi bagian dari khairu ummah (umat terbaik) sebagaimana yang diajarkan Rasulullah,” pungkasnya. (*/tim)
