Bangkalan Terima Alokasi Revitalisasi Sekolah Kemendikdasmen Terbesar di Jatim

Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, dalam acara di Bangkalan. (ist)
www.majelistabligh.id -

Kabupaten Bangkalan mencatatkan diri sebagai salah satu daerah penerima alokasi program Revitalisasi Satuan Pendidikan terbesar di Jawa Timur. Langkah strategis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini menjadi angin segar untuk mengikis ketimpangan serta meningkatkan mutu layanan pendidikan di wilayah Madura.

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat atas keberpihakan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerahnya.

“Program Revitalisasi Satuan Pendidikan ini memberikan harapan dan manfaat nyata bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan. Kami sangat berterima kasih kepada Kemendikdasmen yang memberikan perhatian luar biasa untuk Kabupaten Bangkalan,” ujar Lukman.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Bangkalan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menjelaskan bahwa besarnya alokasi bantuan untuk Bangkalan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meratakan akses pendidikan berkualitas. Kebijakan ini juga selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan nasional.

Fajar menekankan bahwa pembenahan fasilitas fisik harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pembelajaran.

“Pemerataan akses yang berkualitas adalah langkah awal. Ke depan, perbaikan fisik sekolah harus berdampak pada peningkatan mutu pendidikan. Jadi, antara sarana fisik dan nonfisik harus saling berkorelasi,” tegas Fajar.

Pemberdayaan Masyarakat dan Dampak Ekonomi

Selain memperbaiki infrastruktur sekolah, program revitalisasi ini menerapkan prinsip swakelola dan pemberdayaan masyarakat. Setiap titik proyek rata-rata menyerap 10 hingga 15 tenaga kerja lokal serta memanfaatkan material bangunan dari daerah setempat.

“Dari hasil evaluasi tahun 2025, program swakelola ini berhasil menyerap lebih dari 200 ribu tenaga kerja secara nasional. Nilai anggarannya bervariasi, mulai dari Rp100 juta hingga di atas Rp1 miliar per sekolah, tergantung tingkat kerusakan,” tambah Wamendikdasmen.

Menanggapi bantuan tersebut, Bupati Lukman meminta seluruh kepala sekolah penerima manfaat untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah diperbaiki. Ia menyarankan agar dana pemeliharaan, seperti dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dimaksimalkan untuk perawatan berkala.

“Tugas kita bersama adalah merawat bangunan yang ada. Jangan sampai baru satu tahun catnya sudah kusam. Manfaatkan anggaran BOS untuk perawatan agar fasilitas ini bertahan lama, bahkan hingga 10 tahun ke depan. Dengan begitu, proses belajar-mengajar anak-anak kita tetap nyaman,” tutup Lukman. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search