Manusia hanya bertugas mengetuk pintu langit dengan ikhtiar, doa, dan bertawakal, bukan menentukan bagaimana Allah memberi sesuai kebutuhan. Kita melihat hari ini, sedangkan Allah melihat seluruh perjalanan.
Kecewa hadir karena kita membawa daftar panjang harapan. Kita meminta sesuai keinginan, sementara Allah memberi sesuai kebutuhan. Kita melihat hari ini, sedangkan Allah melihat seluruh perjalanan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْــئًا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّـکُمْ ۚ وَعَسٰۤى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْــئًا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمْ ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ وَاَ نْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
“… boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah 2: 216)
Fokuslah pada apa yang Allah perintahkan hari ini. Karena ketenangan tidak lahir dari terkabulnya semua keinginan, melainkan dari keyakinan bahwa Allah selalu memilihkan yang terbaik.
Apa pun yang Allah berikan hari ini kemudahan atau kesulitan, pertemuan atau perpisahan, keberhasilan atau penundaan, terimalah dengan lapang dada. Karena setiap takdir membawa pesan cinta yang mungkin baru kita pahami beberapa waktu kemudian.
Semoga bermanfaat.
