Wafat dalam Keadaan Baik

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Wafat dalam keadaan baik atau dikenal sebagai husnul khatimah adalah akhir hidup yang taat beragama Islam, membawa iman, sedang beramal saleh, serta mendapatkan ridai Allah Swt.

Keadaan ajal bagi orang yang  beriman dan bertakwa sebagaimana kabar dalam  Qs. An Nahl Atat 32.

. الَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ الْمَلٰٓئِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ

“((yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat). Yakni orang-orang yang terbebas dari kesyirikan, atau orang-orang yang shalih, atau yang baik perkataan dan perbuatannya, atau yang memiliki hati yang suci yang percaya terhadap pahala yang akan mereka dapatkan dari Allah.”

يَقُولُونَ سَلٰمٌ عَلَيْكُمُ

(dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum. Yakni para malaikat memberi salam kepada mereka sebagai kabar gembira bagi mereka atas surga yang akan mereka dapatkan, karena makna salam adalah keselamatan dan keamanan.

ادْخُلُوا۟ الْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

(masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan). Yakni karena amalan kalian, atau balasan atas amalan kalian.

Dalam hadis shahih disebutkan: “hendaklah kalian istikamah dan menetapi yang benar dan ketahuilah bahwasanya amal tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga”.

Kemudian beliau ditanya: “Tidak pula anda wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Ya, Termasuk aku, hanya saja Allâh meliputi diriku dengan rahmat-Nya.

Kematian Orang yg Beriman dan Bertakwa. Yaitu orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan kepada mereka: “Salaamun ’alaikum keselamatan untuk kalian, masuklah kamu ke dalam surga itu atas apa yang telah kamu kerjakan dengan rahmat Allah”.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadis sahih bahwa: “Amal adalah keadilan, dan rahmat adalah anugerah.”

Pernyataan bahwa amal adalah keadilan dan rahmat adalah anugerah mencerminkan hubungan antara usaha manusia dan kasih sayang Tuhan dalam balasan. Amal diposisikan sebagai wujud keadilan di mana setiap perbuatan mendapat ganjaran yang setimpal, sementara rahmat adalah karunia mutlak yang melengkapi kekurangan manusia. Setiap kebaikan atau keburukan yang dilakukan pasti diperhitungkan secara adil. Manusia mempertanggungjawabkan apa yang diusahakannya selama hidup di dunia.

Makna Rahmat adalah pemberian Allah Swt yang melampaui ukuran amal manusia.Rahmat adalah penyempurna keselamatan, yaitu seseorang bisa mendapatkan kebaikan yang besar semata-mata karena luasnya kasih sayang-Nya.

 

Tinggalkan Balasan

Search