Dosen UMSURA: Panas Ekstrem, Lindungi Lansia dari Risiko Heatstroke

Dosen UMSURA: Cuaca Ekstrem, Lindungi Lansia dari Risiko Heatstroke
www.majelistabligh.id -

Gelombang cuaca panas yang menerjang sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Surabaya, Jawa Timur, membawa ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Kelompok lanjut usia (lansia) menjadi pihak yang paling rentan menghadapi lonjakan suhu ekstrem ini, dengan risiko mulai dari dehidrasi berat, kelelahan, hingga heatstroke yang berpotensi mengancam jiwa.

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Firman, menjelaskan bahwa penurunan fungsi tubuh seiring bertambahnya usia membuat lansia kesulitan mengatur suhu tubuh dan mempertahankan keseimbangan cairan secara optimal.

“Lansia merupakan kelompok paling rentan mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, keluarga yang tinggal bersama lansia harus memantau kecukupan asupan cairan mereka secara berkala,” ujar Firman, Senin (19/10/2026).

Firman menambahkan, kebutuhan cairan setiap individu bervariasi tergantung pada kondisi kesehatan, tingkat aktivitas, dan anjuran medis. Selain dehidrasi, ancaman terbesar yang patut diwaspadai adalah heatstroke—kondisi darurat ketika suhu tubuh melonjak drastis hingga berisiko merusak fungsi organ utama jika tidak segera ditangani.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, Firman membagikan sejumlah langkah pencegahan yang wajib diterapkan oleh keluarga dan pendamping lansia:

  • Batasi Aktivitas Luar Ruangan: Hindari paparan sinar matahari langsung dalam jangka waktu lama. Lansia disarankan berada di ruangan yang sejuk serta menghindari aktivitas fisik berat saat cuaca terik.
  • Gunakan Pakaian yang Sesuai: Kenakan pakaian berbahan ringan, longgar, dan menyerap keringat untuk membantu pelepasan panas tubuh.
  • Jaga Asupan Nutrisi: Cuaca panas kerap menurunkan nafsu makan. Keluarga dapat menyiasatinya dengan memberikan porsi makan kecil tetapi sering, serta menyajikan buah-buahan tinggi kandungan air.
  • Kenali Tanda Bahaya: Waspadai gejala awal seperti pusing, lemas, sakit kepala, dan mual. Jika lansia menunjukkan gejala berat seperti kebingungan (delirium) atau penurunan kesadaran, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Lebih dari sekadar penanganan jangka pendek, Firman menekankan pentingnya kepedulian bersama serta mitigasi bencana iklim jangka panjang. Menurutnya, fenomena suhu ekstrem ini tidak lepas dari dampak perubahan iklim global.

“Pemerintah perlu memperkuat langkah mitigasi perubahan iklim secara sistematis, mulai dari pengurangan emisi gas rumah kaca hingga percepatan transisi ke energi terbarukan. Langkah jangka panjang ini krusial untuk menekan risiko bencana iklim yang kian nyata,” pungkasnya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search