Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersiap melakukan lompatan teknologi dengan menjajaki peluang kolaborasi strategis bersama mitra dari Qatar. Tidak tanggung-tanggung, fokus utama kerja sama ini membidik pengembangan teknologi informasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta penguatan sektor pendidikan dan kemanusiaan.
Sinyal kolaborasi tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, saat menerima kunjungan kehormatan dari Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani di Kantor PP Muhammadiyah, Senin (22/6/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi sekaligus membuka ruang kerja sama internasional yang lebih konkret.
Dalam diskusi tersebut, Sheikh Abdulaziz secara khusus menyampaikan ketertarikannya untuk mendukung digitalisasi di tubuh Muhammadiyah. Ia menawarkan penjajakan kerja sama dalam pengembangan aplikasi dan sistem berbasis AI guna menyokong aktivitas organisasi, efisiensi tata kelola, serta optimalisasi pelayanan masyarakat.
Merespons tawaran tersebut, Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menyambutnya dengan tangan terbuka. Menurut Hilman, adaptasi terhadap teknologi digital seperti AI sudah menjadi kebutuhan mutlak organisasi saat ini demi memperluas maslahat bagi masyarakat luas.
“Muhammadiyah menyambut positif berbagai peluang kolaborasi yang ditawarkan. Pengembangan teknologi berbasis AI merupakan salah satu bidang yang sangat relevan dengan kebutuhan organisasi saat ini. Tentu kami terbuka untuk mendiskusikan lebih lanjut berbagai kemungkinan kerja sama yang saling menguntungkan,” ujar Hilman.
Selain revolusi digital, pertemuan bilateral ini juga merumuskan penguatan di tiga sektor krusial lainnya:
- Sektor Pendidikan: Membuka peluang kolaborasi antara Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) dengan berbagai institusi pendidikan di Qatar. Kerja sama ini akan mencakup program akademik, pertukaran pengetahuan, kolaborasi riset, hingga peningkatan kapasitas SDM.
- Sektor Kemanusiaan: Menyusun program bersama yang berorientasi pada kemaslahatan publik, pertukaran delegasi, dan penguatan peran kemanusiaan di level nasional maupun internasional.
- Sektor Dakwah: Membahas peningkatan kompetensi dai Muhammadiyah melalui program-program strategis yang mendukung dakwah Islam moderat, berkemajuan, dan inklusif.
Penjajakan kerja sama multisektor ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid dalam mempererat hubungan antara Muhammadiyah dan Qatar, sekaligus menjadi poros baru dalam memajukan umat dan masyarakat global di era digital. (*/tim)
