Setelah 21 Tahun, Revitalisasi Sekolah Tembus Pulau Terluar Indonesia

Para murid semakin ceria setelah sekolahnya tersentuh revitalisasi. (ist)
www.majelistabligh.id -

Penyediaan sarana dan prasarana yang layak di satuan pendidikan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi salah satu upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu bagi seluruh anak Indonesia.

Di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, program prioritas Revitalisasi Satuan Pendidikan menghadirkan perubahan nyata sekaligus membuka harapan baru bagi para murid untuk meraih cita-cita.

Berdiri sejak 2004, SMK Negeri 2 Talaud Miangas menjadi satu-satunya tempat bagi anak-anak di Pulau Miangas untuk menempuh pendidikan kejuruan. Namun, selama bertahun-tahun sekolah ini menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa revitalisasi sekolah di Pulau Miangas merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Kemendikdasmen menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Upaya tersebut juga menjadi wujud nyata pelaksanaan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terluar Indonesia.

“Semoga seluruh bantuan yang diberikan baik berupa pembangunan sarana prasarana dan peralatan digital menjadi bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dan wujud nyata upaya membangun generasi Indonesia yang hebat, unggul, cerdas, dan berkarakter,” kata Abdul Mu’ti.

Kepala SMK Negeri 2 Talaud, Patriarti G. Urendeng, mengatakan bahwa sebelum direvitalisasi, banyak sarana dan prasarana sekolah yang mengalami kerusakan, mulai dari toilet yang harus digunakan secara bergantian, atap ruang kelas yang bocor, jendela yang rusak, dinding retak, hingga instalasi listrik yang tidak lagi layak.

“Puji syukur setelah 21 tahun berdiri, sekolah kami akhirnya mendapat bantuan revitalisasi dengan dana lebih dari Rp997 juta. Kemudian, dana itu diperuntukkan rehabilitasi tiga ruang kelas Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi), satu ruang laboratorium komputer, satu ruang UKS, satu unit toilet, dan satu ruang BK,” ungkap Patriarti dengan penuh bangga.

Menurut Patriarti, revitalisasi tidak hanya memperbaiki kondisi fisik sekolah, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan belajar. Ruang-ruang yang telah direhabilitasi kini lebih nyaman digunakan dan dilengkapi dengan perabot yang mendukung kegiatan praktik pembelajaran.

“Hebatnya, hasil revitalisasi ini adalah selain mengubah fisik sekolah kami, juga mengubah stigma para orang tua menjadi lebih percaya menyekolahkan anaknya di sini. Dalam dua tahun terakhir kami mendapatkan jumlah murid yang masuk lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya,” papar Patriarti.

Perubahan tersebut juga dirasakan oleh para orang tua. Maria Awalla, salah satu orang tua murid, mengaku semakin yakin menyekolahkan anaknya di SMK Negeri 2 Talaud karena fasilitas belajar kini jauh lebih baik.

“Sekarang fasilitas ruang kelas, toilet, dan beberapa lainnya sudah jauh lebih baik. Kami sebagai orang tua tentunya percaya bahwa sekolah bisa menjadi tempat yang bisa mengantarkan putra putri kami meraih masa depannya,” ucap Maria.

Hal serupa disampaikan Alfia Lalala, murid kelas XI jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Ia merasa bangga sekolahnya kini memiliki fasilitas yang lebih memadai untuk mendukung proses belajar. “Senang sekali sekarang ada fasilitas baru di sekolah kami. Kami merasa senang di sekolah. Terima kasih, Pak Presiden dan Pak Menteri,” kata Alfia. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search