Gandeng UNFPA, PP Nasyiatul Aisyiyah Gelar ToT Kespro Islami

Gandeng UNFPA, Nasyiatul Aisyiyah Gelar ToT Kespro Islami
www.majelistabligh.id -

Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah bekerja sama dengan United Nations Population Fund (UNFPA) menggelar Training of Trainers (ToT) Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Berperspektif Islam. Pelatihan yang berlangsung di Hotel Savero Bogor, 22–25 Oktober 2026 ini diikuti 68 peserta untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik di lingkungan sekolah dan pesantren Muhammadiyah.

Sekretaris Jenderal PP Nasyiatul Aisyiyah, Desi Ratnasari, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pendampingan remaja. Menurutnya, guru dan pengasuh pesantren merupakan sosok tepercaya yang berinteraksi langsung dengan peserta didik setiap hari saat mereka mengalami perubahan fisik maupun emosional.

“Ketika pendampingan memadai tidak tersedia, remaja cenderung mencari jawaban di internet atau teman sebaya yang belum tentu akurat. Keprihatinan ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata, yakni membekali pendidik dengan pendekatan yang ramah, sederhana, dan tidak menghakimi agar remaja merasa aman untuk bercerita,” ujar Desi saat membuka acara.

Desi menekankan agar para peserta tidak hanya menyerap materi, tetapi juga menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang dapat diimplementasikan secara konkret di lembaga pendidikan masing-masing.

Isu Kespro Dianggap Sensitif

Senada dengan hal tersebut, perwakilan UNFPA Margareta Sitanggang menjelaskan bahwa isu kesehatan reproduksi (kespro) kerap dianggap sensitif. Padahal, pemahaman yang tepat sangat krusial untuk mencegah kehamilan usia dini, kekerasan seksual, serta kekerasan berbasis gender.

“Pendidikan kespro bukan pembelajaran sekali selesai, melainkan proses berkelanjutan. Dalam konteks sekolah dan pesantren, materi ditanamkan mulai dari pemahaman diri, nilai agama, dan relasi yang sehat, bukan langsung berfokus pada perilaku seksual. Pengetahuan ini membantu remaja mengenali risiko dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab,” jelas Margareta.

Untuk mencapai target tersebut, Ketua Panitia ToT, Lia Karisma, menyebutkan bahwa pelatihan ini dirancang aplikatif. Tidak hanya teoretis, peserta dilatih dalam keterampilan komunikasi, penyusunan skenario edukasi, hingga pemahaman sistem rujukan layanan kesehatan di Puskesmas.

“Pelatihan mencakup lima muatan utama: konsep dasar kespro remaja, kespro dalam perspektif Islam, teknik komunikasi edukatif, pengenalan rujukan Puskesmas, serta penyusunan RTL,” terang Lia.

Sejumlah narasumber ahli dihadirkan dalam agenda ini, antara lain Mawar Nita Pohan, S.Psi., M.I.Kom., Titeu Herawati, S.Sos., M.M., Aabidah Ummu Aziizah, S.Pd.I., M.Pd., Shelviana Handayani, S.Tr.Keb., dan Risang Rimbatmaja, M.Si.

Kegiatan ini melibatkan delegasi sekolah dan pesantren Muhammadiyah dari Jawa Tengah, Lampung, dan DI Yogyakarta, di mana setiap lembaga diwakili oleh pimpinan sekolah/kurikulum serta guru BK atau Al-Islam Kemuhammadiyahan. Selain itu, ToT ini turut dihadiri perwakilan Kemendikdasmen, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, serta Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU).

Melalui sinergi ini, edukasi kesehatan reproduksi berperspektif Islam diharapkan menjadi bagian terintegrasi dalam sistem pendidikan Muhammadiyah guna melahirkan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan bertakwa. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search